Harakatuna.com. London — Kepolisian menyatakan unit kontra-terorisme tengah menyelidiki insiden yang menargetkan komunitas Yahudi setelah kebakaran terjadi di bekas sinagoga di wilayah timur kota, Selasa (6/5/2026).
Menurut pernyataan Polisi Metropolitan, petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke sebuah bangunan di Nelson Street, kawasan Tower Hamlets, pada Selasa dini hari sekitar pukul 05.10 waktu setempat. Api hanya menyebabkan kerusakan ringan pada gerbang bangunan yang sebelumnya merupakan Sinagoga Pusat London Timur.
“Penyelidikan awal melalui CCTV menunjukkan bahwa api sengaja dinyalakan sekitar pukul 05.10 waktu setempat dan kejadian ini dianggap sebagai pembakaran,” demikian pernyataan resmi kepolisian.
Karena lokasi kejadian merupakan bekas tempat ibadah Yahudi, kasus ini kini ditangani oleh Counter Terrorism Policing London.
Kepala kepolisian wilayah setempat, Brittany Clarke, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius kejadian tersebut. “Bangunan ini memang sudah lama tidak difungsikan sebagai sinagoga, tetapi hal itu tidak mengurangi kekhawatiran komunitas Yahudi di Tower Hamlets, Hackney, dan wilayah lain. Mereka menjadi prioritas perhatian kami pagi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran polisi di sekitar lokasi akan ditingkatkan selama proses penyelidikan berlangsung. Sementara itu, pimpinan unit kontra-terorisme London, Helen Flanagan, menyatakan penyidik sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan dengan serangkaian insiden serupa yang menargetkan warga Yahudi di bagian barat laut London dalam beberapa pekan terakhir.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangkaian serangan antisemit sepanjang April hingga awal Mei 2026. Di kawasan Golders Green, yang dikenal sebagai pusat komunitas Yahudi, dua pria dilaporkan mengalami luka serius akibat penusukan pekan lalu.
Sebelumnya, pada bulan April 2026, empat ambulans milik layanan darurat melepaskan Yahudi juga dibakar. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut situasi tersebut sebagai “krisis” dan telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat pada awal pekan ini untuk merespons meningkatnya serangan antisemit.
“Salah satu jalur pencarian adalah kemungkinan adanya keterlibatan negara asing di balik beberapa kejadian ini,” kata Starmer. “Pesan kami jelas: kepada Iran atau negara mana pun yang mencoba memicu kekerasan dan perpecahan, hal itu tidak akan ditoleransi.”
Sejumlah laporan juga menyebut kelompok bernama Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya, yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran, telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan di Inggris dan negara Eropa lainnya.
Penyelidikan masih berlangsung, sementara aparat terus mengintensifkan pengamanan untuk mencegah potensi serangan lanjutan.