Harakatuna.com. Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kerja sama strategi dengan Uni Eropa dalam upaya melindungi masyarakat dari ancaman terorisme di ruang digital. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral yang digelar di Jakarta, Senin (4/5).
Kepala BNPT RI, Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme kini menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di tengah meningkatnya potensi penyebaran ideologi kekerasan melalui platform digital. “Salah satu langkah terbaru pemerintah adalah membuka ruang komunikasi dengan pengelola platform gim Roblox agar mematuhi regulasi pemerintah,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Meskipun demikian, kebijakan ini menjadi instrumen penting untuk memastikan ruang digital tetap aman, khususnya bagi generasi muda.
Eddy menambahkan, keterlibatan BNPT dalam audiensi dengan pihak Roblox merupakan bagian dari strategi pencegahan terorisme berbasis digital. Pemerintah menilai, platform digital termasuk gim dare dapat menjadi celah masuk penyebaran paham ekstrem jika tidak berspekulasi dengan baik.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Uni Eropa, Andy Rachmianto, menyebut isu terorisme siber juga menjadi perhatian serius bagi negara-negara di kawasan Eropa. Oleh karena itu, kolaborasi lintas negara dinilai krusial dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks. “Salah satu isu yang menjadi perhatian Uni Eropa adalah penanggulangan terorisme, terutama di ruang siber,” kata Andy.
Ia mengungkapkan, saat ini Indonesia dan Uni Eropa tengah memfinalisasi peningkatan hubungan dari kemitraan reguler menuju kemitraan komprehensif. Dalam kerangka tersebut, kerja sama di bidang penanggulangan terorisme akan semakin diperkuat, termasuk melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, dan perlindungan masyarakat di ruang digital.
Pertemuan ini menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan domestik dan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman terorisme modern. Pemerintah berharap, kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak.