Harakatuna.com. Ankara – Pemerintah Turki kembali menggencarkan operasi besar-besaran terhadap kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam operasi serentak yang diadakan pada tanggal 30 Desember, aparat keamanan mengumpulkan ratusan tersangka yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.
Kantor berita Associated Press (AP) mengutip pernyataan Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya yang mengatakan bahwa polisi melakukan penggerebekan di berbagai wilayah di negara itu dan menahan 357 orang.
“Pada tanggal 30 Desember, polisi melakukan penggerebekan serentak di 21 provinsi dan kota di seluruh Turki, termasuk Istanbul, Ankara, dan Yalova, dan menangkap 357 tersangka,” ujar Yerlikaya dalam pernyataan yang diunggah di platform X. Namun, ia tidak mengurung identitas maupun peran para tersangka yang ditangkap.
Operasi tersebut dilakukan sehari setelah bentrokan bersenjata terjadi di Provinsi Yalova. Dalam kejadian itu, tiga polisi Turki dan enam militan ISIS dilaporkan tewas. Selain itu, delapan petugas polisi dan seorang penjaga keamanan mengalami luka-luka saat aparat menggerebek sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian anggota ISIS.
Sebelumnya, Kantor Kejaksaan Agung Istanbul juga mengumumkan penangkapan 110 tersangka anggota ISIS dalam penggerebekan di 114 lokasi berbeda pada 25 Desember. Dalam keterangan resminya, pihak kejaksaan menyebut para tersangka memiliki hubungan langsung dengan jaringan ISIS.
Disebutkan pula bahwa sejumlah tersangka terlibat baku tembak dengan polisi di Yalova. Beberapa di antaranya diduga merencanakan serangan teror menjelang perayaan Tahun Baru. Selain itu, aparat mencurigai ada tersangka yang mengumpulkan dana melalui kedok kegiatan amal, lalu menyalurkannya ke jaringan ISIS di Suriah.
Di ibu kota Ankara, polisi juga menangkap 17 tersangka, termasuk 11 warga negara asing. Otoritas setempat menyatakan bahwa dari penggerebekan tersebut, polisi menyita dokumen digital yang menghubungkan para tersangka dengan pejuang ISIS di wilayah konflik.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam sebelumnya telah beberapa kali melancarkan serangan mematikan di Turki. Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada 1 Januari 2017, ketika seorang pelaku menembaki pengunjung klub malam di Istanbul, membunuh 39 orang.