Harakatuna.com. Palu — Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mengamankan delapan pucuk senjata api (senpi) rakitan beserta 313 butir amunisi dari berbagai kaliber sepanjang tahun 2025. Temuan tersebut dinilai menjadi indikator masih adanya potensi sisa ancaman terorisme di wilayah Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi mengatakan, jarak itu merupakan hasil pelaksanaan Operasi Madago Raya yang berlangsung mulai tahap I hingga tahap IV sepanjang tahun 2025. Operasi tersebut difokuskan pada upaya menjaga stabilitas keamanan pascapenindakan terhadap jaringan terorisme di wilayah Poso dan sekitarnya.
“Upaya ini tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga pemeliharaan keamanan dan perdamaian masyarakat (kamtibmas) agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Endi di Palu, Kamis (1/1/2026), melansir Antara.
Selain delapan pucuk senjata api rakitan dan ratusan amunisi, Satgas Madago Raya juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya enam magazen, satu popor, dua laras senjata api rakitan, serta satu pucuk air soft gun. Seluruh barang bukti tersebut diamankan dalam rangkaian Operasi Madago Raya selama tahun 2025.
Menurut Endi, keberadaan Satgas Madago Raya masih sangat diperlukan untuk menyaring ruang gerak pihak-pihak yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah. “Kehadiran Satgas Madago Raya sangat penting untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali, khususnya pascapenindakan terhadap jaringan terorisme,” katanya.
Kapolda Sulteng juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, untuk terus berperan aktif menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Tengah. “Keamanan dan perdamaian tidak bisa dijaga oleh kepolisian semata. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” tegasnya.