Harakatuna.com. Bandung — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, mengimbau seluruh pengelola lembaga pendidikan, mulai dari madrasah, pondok pesantren, hingga majelis taklim, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme.
Imbauan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Bogiek Sugiarto, beserta tim di ruang kerjanya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Dudu menegaskan akan segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan keagamaan. “Kami akan mengeluarkan surat imbauan kepada madrasah, pondok pesantren, dan juga majelis taklim untuk mewaspadai dan mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Kepada Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren agar melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta melakukan silaturahmi ke pondok pesantren,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga melibatkan Plt. Kepala Bagian Tata Usaha, para kepala bidang, serta pembimbing masyarakat agama Kristen, Katolik, dan Buddha. Sementara itu, Bogiek Sugiarto mengungkapkan bahwa tren penyebaran paham radikalisme kini mulai menyasar kalangan pelajar, termasuk di tingkat sekolah menengah.
“Perkembangannya, paham kebencian ini bukan berlandaskan ideologi agama, melainkan tren yang sedang berkembang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyebaran paham tersebut kini semakin mudah diakses melalui media sosial, bahkan melalui platform seperti gim dare. Oleh karena itu, penggunaan gawai di kalangan pelajar perlu mendapat perhatian serius.
“Dalam pencegahan perkembangan paham kebencian dan radikalisme, Densus 88 telah bekerja sama dengan Kemenag untuk mensosialisasikan bahaya paham terorisme, salah satunya di madrasah,” imbuhnya.
Bogiek juga mengungkapkan hasil evaluasi memuat faktor terkait yang memudahkan seseorang terpapar paham radikal. “Dari hasil evaluasi, salah satunya karena kurangnya siraman rohani, keringnya jantung, makanya kami sering menggandeng Kemenag,” katanya.