Harakatuna.com. Damaskus — Pemerintah Suriah mengumumkan rencana pelaksanaan operasi militer terbatas di Kota Aleppo, Suriah utara, yang menyasar kelompok PKK/YPG atau Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democrat Forces/SDF). Langkah ini diambil menyusul meningkatnya serangan bersenjata yang dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa serta mengganggu stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Dilaporkan Al-Jazeera, Jumat (9/1), Tentara Arab Suriah saat ini bersiaga untuk melancarkan operasi sebagai respons atas serangan berulang yang dilakukan kelompok PKK/YPG terhadap kawasan organisasi warga sipil, infrastruktur jalan, serta pos-pos pasukan keamanan di wilayah Aleppo dan sekitarnya.
Kementerian Informasi Suriah dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa operasi militer tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pemerintah setempat serta atas permintaan masyarakat Aleppo yang terdampak langsung oleh eskalasi kekerasan.
“Operasi ini bertujuan menghentikan tembakan senjata, serangan penembak jitu, dan penggunaan drone bersenjata yang secara terus-menerus mengancam keselamatan warga sipil dan melumpuhkan aktivitas kehidupan sehari-hari,” demikian pernyataan Kementerian Informasi Suriah.
Pemerintah Suriah mengklaim, dalam satu bulan serangan terakhir yang dikaitkan dengan PKK/YPG telah menewaskan lebih dari 20 warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Selain itu, belasan personel militer Suriah juga dilaporkan menjadi korban. Kondisi tersebut juga menyebabkan terganggunya aktivitas perdagangan serta mobilitas masyarakat di wilayah Aleppo.
Damaskus menegaskan bahwa operasi militer ini akan dilaksanakan sesuai dengan prinsip hukum internasional dan menempatkan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama.
“Kami akan membuka koridor bagi warga serta berupaya memulihkan keamanan di jalur strategis Aleppo–Azaz yang memiliki peran penting bagi perekonomian lokal,” lanjut pernyataan tersebut.
Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa operasi ini sepenuhnya dilakukan oleh Tentara Arab Suriah tanpa keterlibatan langsung pasukan asing. Sementara itu, Turki dikabarkan akan memantau perkembangan situasi keamanan di Aleppo dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan bila diminta oleh pemerintah Suriah.
Rencana operasi militer ini muncul di tengah meningkatnya arus pengungsian warga. Ribuan penduduk dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari bentrokan bersenjata yang terus berlanjut. Memburuknya situasi keamanan kembali menempatkan Aleppo sebagai salah satu episentrum konflik berkepanjangan di Suriah.
Aleppo sendiri merupakan salah satu wilayah dengan dinamika konflik paling kompleks dalam perang Suriah yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Kelompok PKK/YPG, yang beroperasi di bawah payung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sering terlibat ketegangan dengan pemerintah Suriah dan sekutunya. Hingga kini, upaya integrasi pasukan SDF ke dalam angkatan bersenjata nasional Suriah masih menghadapi berbagai hambatan politik dan keamanan.