Harakatuna.com. Islamabad – Pasukan keamanan Pakistan mengerahkan sedikitnya 23 teroris dalam serangkaian operasi berbasis intelijen yang digelar di sejumlah wilayah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Pakistan dalam anggota jaringan terorisme di kawasan perbatasan.
Departemen Hubungan Masyarakat Antarlayanan (Inter-Services Public Relations/ISPR), selaku sayap media militer Pakistan, pada Kamis (21/5/2026) menyampaikan bahwa operasi dilakukan di Distrik Waziristan Utara dan Bannu.
Menurut ISPR, operasi tersebut menyasar kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini aktif melakukan aksi teror dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
“Pasukan keamanan berhasil menghancurkan 23 teroris dalam operasi berbasis intelijen yang dilakukan di beberapa lokasi di Khyber Pakhtunkhwa,” demikian pernyataan ISPR.
Selain membunuh para pelaku, aparat keamanan juga menyita berbagai perlengkapan milik kelompok teroris, termasuk senjata, amunisi, bahan peledak, hingga alat peledak rakitan.
Militer Pakistan mengungkapkan bahwa selama operasi pembersihan berlangsung, pasukan juga menemukan jaringan terowongan bawah tanah dan bunker kompleks yang digunakan para teroris sebagai tempat persembunyian dan pusat aktivitas mereka.
“Terowongan bawah tanah dan bunker yang digunakan kelompok teroris berhasil ditemukan dan dihancurkan oleh pasukan keamanan,” pernyataan lebih lanjut tersebut.
ISPR menegaskan bahwa operasi penyisiran masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota kelompok teroris lain yang tersisa di wilayah tersebut. Aparat keamanan dan lembaga penegak hukum Pakistan juga disebut akan terus meningkatkan upaya pemberantasan terorisme di wilayah seluruh negara itu.
Wilayah Khyber Pakhtunkhwa, khususnya daerah yang bertabrakan dengan Afghanistan, dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi salah satu titik rawan aktivitas kelompok militan bersenjata. Pemerintah Pakistan terus memperkuat operasi keamanan untuk menekan ancaman ekstremisme dan serangan teror di kawasan tersebut.