Harakatuna.com. Mataram — Semangat kebangsaan menggema di Lombok Timur saat PIK-R Hamzanwadi menggelar GenRe Summit Jilid 2 pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan karakter remaja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, GenRe Summit kali ini menghadirkan kolaborasi dengan Densus 88 Anti Teror Polri Satgaswil NTB. Dalam kegiatan tersebut, ratusan remaja mendapatkan edukasi terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Materi tersebut disampaikan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman dan daya tangkal sejak dini terhadap berbagai pengaruh negatif yang berkembang, khususnya di ruang digital.
Puncak acara ditandai dengan deklarasi bersama para peserta. Mereka menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk IRET serta tekad menjadi generasi yang berkarakter, terencana, dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Ketua Umum Forum Gentara NTB, Rohadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum edukasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter remaja yang tangguh dan berintegritas. “Ini langkah konkret membangun kesadaran dan ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif,” ujar Rohadi.
Ia menambahkan, sinergi antara remaja, sekolah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan generasi muda yang mampu menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. GenRe Summit Jilid 2 diharapkan dapat melahirkan agen-agen perubahan di kalangan remaja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kebangsaan yang kuat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya pencegahan paham ekstrem dapat dimulai dari ruang-ruang kreatif remaja melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif.