Harakatuna.com. Damaskus – Aktivitas propaganda kelompok ISIS dilaporkan kembali muncul di sejumlah wilayah Suriah. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengungkapkan adanya penyebaran luas bernuansa ekstrem di sejumlah masjid yang berada di Provinsi Daraa, Idlib, dan Aleppo.
Menurut laporan SOHR, selebaran tersebut memuat narasi ekstremis dan propaganda yang dikaitkan dengan ISIS. Materi yang disebarkan juga berisi hasutan yang ditujukan pada pemerintahan untuk transisi Suriah serta upaya membangun kembali pengaruh kelompok tersebut di sejumlah wilayah.
Dalam perkembangan yang sama, sebuah akun media yang disebut memiliki kedekatan dengan organisasi ISIS juga menyiarkan video yang menampilkan proses menyebarkan ribuan selebaran propaganda. Video tersebut disertai lagu-lagu bernuansa provokatif dan diklaim berasal dari lembaga media afiliasi ISIS bernama Al-Ramda Foundation.
Rekaman itu juga menunjukkan proses pendistribusian materi propaganda ke sejumlah masjid serta pemasangan selebaran di ruang publik. Beberapa materi yang disebarkan diketahui memuat artikel dari surat kabar afiliasi ISIS, Al-Naba, serta selebaran bernuansa keagamaan dan pesan yang menentang Presiden Transisi Suriah, Ahmed Al-Shara.
Salah satu slogan yang muncul dalam materi tersebut berbunyi “revolusi sampai ke istana”, yang dinilai sebagai bentuk ajakan provokatif terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. SOHR menilai kemunculan kembali propaganda semacam ini menunjukkan bahwa ISIS masih berupaya mempertahankan eksistensinya melalui jalur media dan penyebaran narasi ideologis, di tengah tekanan keamanan yang terus berlangsung terhadap kelompok tersebut.
Organisasi pemantau itu menyebut ISIS terus memanfaatkan berbagai media komunikasi, mulai dari selebaran cetak, video publikasi, hingga kanal media tradisional mereka untuk menyebarkan ideologi dan menarik dukungan baru. SOHR memperingatkan bahwa meningkatnya aktivitas propaganda dan penyebaran paham ekstrem merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan perdamaian sipil di Suriah.
“Penyebaran propaganda dan retorika ekstremis merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas sosial. Penanganan ancaman terhadap ini memerlukan peran tegas dan efektif dari institusi negara, media, serta seluruh platform terkait untuk melawan ideologi ekstrem dan takfiri yang dapat merusak kohe masyarakat,” tulis SOHR dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, SOHR menegaskan bahwa upaya memerangi penyebaran ideologi ekstrem tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga harus disertai langkah-langkah sistematis untuk mencegah kebangkitan kembali narasi dan propaganda jaringan kelompok tersebut.
Menurut organisasi itu, penguatan ketahanan sosial dan penanggulangan ekstrem ideologi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas Suriah di tengah proses transisi yang masih berlangsung.