Harakatuna.com. Caracas – Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam keras agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Melalui serangkaian pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Petro menegaskan bahwa Kolombia memegang teguh prinsip perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan kehidupan dan martabat manusia di atas segala bentuk kekerasan.
Dalam pernyataannya, Petro menilai tindakan militer tidak dapat diterima dan berpotensi mengurangi ketegangan di kawasan Amerika Latin. “Republik Kolombia meyakini bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan kehidupan dan martabat manusia harus diutamakan dibandingkan segala bentuk kekerasan,” tulis Petro dalam unggahannya.
Dalam unggahan terpisah, Presiden Kolombia secara tegas menyatakan penolakan terhadap agresi yang dinilainya melanggar stabilitas negara dan stabilitas kawasan. “Kolombia menolak agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin,” tegasnya.
Seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik, Gustavo Petro juga mengumumkan pengerahan pasukan militer Kolombia ke wilayah perbatasan dengan Venezuela sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan nasional.
Sikap keras terhadap tindakan Amerika Serikat juga diumumkan oleh Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel. Melalui media sosial X, Díaz-Canel mengeluarkan kecaman keras dan menuding Washington telah melakukan serangan kriminal terhadap Venezuela. Ia pun mendatangkan respons internasional yang segera dan tegas.
Dalam unggahan yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (3/1/2025), Díaz-Canel menyatakan bahwa kawasan yang selama ini diklaim sebagai zona perdamaian kini tengah diserang secara brutal. “Apa yang disebut sebagai zona perdamaian sedang diserang secara brutal,” tulis Díaz-Canel.
Ia bahkan menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk “terorisme negara” yang tidak hanya menyasar rakyat Venezuela, tetapi juga mengancam stabilitas dan keamanan Benua Amerika secara lebih luas. “Tindakan ini merupakan terorisme negara yang ditujukan tidak hanya kepada rakyat Venezuela, tetapi juga kepada Benua Amerika,” tegasnya.