Harakatuna.com. Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa upaya penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali aset strategis telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam acara penyerahan denda administratif dan penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dalam Perayaannya, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil menyelamatkan dana negara sebesar Rp31,3 triliun dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir. Oleh karena itu, memastikan pencapaian tersebut merupakan langkah nyata agar potensi kerugian negara dapat dikembalikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Total uang tunai yang berhasil kita selamatkan hingga hari ini mencapai Rp31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Presiden menekankan bahwa dana yang berhasil menyelamatkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Ia mencontohkan, pada tahun sebelumnya pemerintah baru mampu memperbaiki sekitar 17.000 sekolah. Dengan tambahan dana hasil penyelamatan tersebut, jumlah sekolah yang dapat diperbaiki berpotensi meningkat secara signifikan.
“Dana ini bisa melipatgandakan upaya perbaikan sekolah-sekolah yang sudah belasan tahun tidak mencapai rekonstruksi,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Presiden juga menyoroti dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat tingkat rendah. Dana tersebut dinilai dapat digunakan untuk memperluas program pembangunan kembali rumah rakyat.
Menurutnya, hingga 500 ribu rumah berpotensi diperbaiki, yang berarti memberikan manfaat bagi sekitar dua juta kematian masyarakat rendah. “Program ini tentu akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak,” ujarnya.
Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah melalui satuan tugas terkait berhasil menguasai kembali aset negara berupa hutan kawasan dengan nilai mencapai Rp370 triliun. Nilai tersebut setara dengan hampir 10 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada di kisaran Rp3.700 triliun.
“Dalam 1,5 tahun terakhir, penyelamatan aset oleh Satgas PKH mencapai hampir 10 persen dari total APBN kita,” jelasnya.
Menurut Prabowo, pemanfaatan secara optimal aset dan dana yang berhasil menyelamatkan hal tersebut dapat membawa perubahan besar bagi pembangunan nasional. Dana itu dapat digunakan untuk modernisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, perbaikan fasilitas sanitasi, hingga pembangunan infrastruktur desa seperti jembatan.
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang berhasil diselamatkan merupakan hak rakyat yang harus dikembalikan sebesar-besarnya kemakmuran bangsa. “Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kekayaan negara tidak lagi bocor, tetapi menjadi kekuatan untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia,” tegasnya.