Harakatuna.com. Jakarta Timur – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memperkuat koordinasi lintas elemen melalui pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko). Rapat yang berlangsung di Vasaka Hotel, Senin (8/12), menghadirkan jajaran Polri, TNI, Kejaksaan, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan untuk menyusun langkah pengamanan wilayah pada akhir tahun.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa Forkopimko adalah strategi ruang untuk memastikan seluruh elemen bergerak dalam satu komando dan visi yang sama. Ia menyebut dinamika sosial Jakarta Timur yang padat dan beragam membutuhkan manajemen keamanan yang inklusif.
“Perbedaan harus menjadi kekuatan, bukan alasan perpecahan. Pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi yang kuat dengan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Munjirin.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Jakarta Timur menyoroti tiga agenda utama:
- Penguatan komunikasi dan sinergi berkelanjutan.
- Peningkatan program kolaborasi di tingkat masyarakat.
- Upaya menjaga keteduhan sosial di tengah tantangan arus informasi digital.
Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai krusial untuk menangani isu-isu kompleks, mulai dari tawuran, pelaporan narkoba, keamanan lingkungan, hingga penguatan toleransi antarumat beragama dan penataan wilayah.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, SH, SIK, M.Hum memaparkan rencana pengamanan khusus di beberapa titik vital seperti gereja, stasiun kereta api, dan kawasan sekolah. Ia menyampaikan bahwa Polri telah mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan menjelang libur panjang.
Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Yenmiko Sianturi, S.Sos., turut menjelaskan potensi kerawanan dalam Operasi Lilin Jaya 2025, termasuk potensi unjuk rasa, ancaman teror, kemacetan, hingga penimbunan bahan pokok. Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pesta kembang api dan potensi menginfeksi sosial pada malam pergantian tahun.
Dari unsur TNI, Danramil 01/Walikota Jatinegara Arh. M. Sianturi, mewakili Dandim 0505 Jakarta Timur, menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh upaya pengamanan wilayah, terutama di objek-objek vital nasional. “Sinergi TNI–Polri menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sepanjang momentum Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Rapat koordinasi Forkopimko tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Jakarta Timur yang aman, kondusif, dan harmonis sepanjang periode perayaan Nataru.