Harakatuna.com. Bagdad – Pemerintah Irak berhasil mengumumkan aparat keamanan mengungkap sebuah sel teroris yang disebut memiliki struktur kompleks serta menangkap seorang pimpinan ISIS dalam operasi besar di Provinsi Anbar, Irak bagian barat.
Dinas Keamanan Nasional Irak (Iraqi National Security Service/INSS) dalam pernyataan resminya pada Selasa (10/2/2026) menyampaikan bahwa pembongkaran sel tersebut merupakan hasil dari operasi intelijen dan penyisiran yang dilakukan secara menyeluruh di wilayah Anbar.
Juru bicara INSS, Arshad al-Hakim, mengatakan bahwa sel teroris itu berusaha membangun kembali kekuatan dan merencanakan serangan di dalam negeri. “Sel teroris ini berusaha untuk mengkonsolidasikan kembali dan melancarkan serangan di Irak. Melalui operasi keamanan yang terkoordinasi, kami berhasil mengungkapnya sebelum rencana tersebut terlaksana,” ujar al-Hakim.
Dalam operasi tersebut, aparat juga menangkap Abu Ayman al-Rawi, yang disebut sebagai salah satu pemimpin ISIS di wilayah barat Irak. Menurut al-Hakim, al-Rawi ditangkap bersama sejumlah anggota lainnya. “Banyak lima teroris yang berhasil diamankan, termasuk Abu Ayman al-Rawi. Saat ditangkap, ia mengenakan sabuk peledak yang telah dipersiapkan untuk operasi teror,” ungkapnya.
Al-Hakim menambahkan, penggerebekan yang dilakukan di kawasan gurun Rutba, Anbar barat, juga menghasilkan penyitaan berbagai barang bukti. Aparat menemukan senjata api, amunisi, bahan peledak, serta sejumlah sabuk bom bunuh diri.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Irak dalam memburu sisa-sisa jaringan ISIS. Meski pemerintah Irak telah mengumumkan pembebasan seluruh wilayahnya dari kendali ISIS pada akhir 2017, operasi keamanan rutin masih terus digelar untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok tersebut.
Secara historis, ISIS sempat menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah pada tahun 2014. Pendudukan tersebut memaksa lebih dari lima juta warga Irak mengungsi dari Provinsi Nineveh, Salah al-Din, Diyala, Anbar, dan sebagian Kirkuk. Sementara itu, pada tahun 2025, Amerika Serikat bersama mitra internasionalnya dilaporkan telah menangkap lebih dari 300 anggota ISIS di Suriah dan membunuh lebih dari 20 lainnya dalam berbagai operasi kontra-terorisme.
Pemerintah Irak menegaskan akan terus meningkatkan operasi keamanan dan kerja sama intelijen guna memastikan kelompok teroris tidak lagi memiliki ruang untuk bangkit dan mengancam stabilitas negara.