Harakatuna.com. Damaskus — Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer skala besar terhadap sejumlah sasaran kelompok teroris ISIS di berbagai wilayah Suriah pada Sabtu (10/1/2026).
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun X resmi @CENTCOM, operasi tersebut dimulai sekitar pukul 12.30 Waktu Bagian Timur atau Minggu (11/1/2026) pukul 00.30 WIB. Serangan dilakukan bersama pasukan mitra sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memerangi terorisme di kawasan Timur Tengah.
“Hari ini, sekitar pukul 12.30 Waktu Bagian Timur (Minggu pukul 00.30 WIB), pasukan Komando Pusat Amerika Serikat, bersama pasukan mitra, melancarkan serangan skala besar terhadap sejumlah target ISIS di seluruh Suriah,” tulis CENTCOM dalam pernyataannya.
CENTCOM menjelaskan, serangan tersebut merupakan bagian dari Operation Hawkeye Strike, sebuah operasi militer yang telah diumumkan sebelumnya dan mulai dijalankan sejak 19 Desember 2025. Operasi ini bertujuan untuk menekan kemampuan ISIS dalam melakukan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutunya.
Dalam rangkaian kejadian yang melatarbelakangi operasi tersebut, seorang teroris ISIS dilaporkan melakukan penyerangan yang menghina dua prajurit Amerika Serikat serta seorang juru bahasa sipil asal AS.
Menurut CENTCOM, serangan terbaru ini mencerminkan sikap tegas pemerintah Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Serangan itu disebut sebagai “bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk anggota terorisme Islam yang bertujuan prajurit tempur kami, mencegah serangan di masa depan, serta melindungi pasukan Amerika Serikat dan mitranya di wilayah ini,” lanjut pernyataan tersebut.
CENTCOM juga menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat bersama-sama dengan ancaman internasional akan terus memburu kelompok teroris yang dinilai mengancam kepentingan dan keamanan AS, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.