Harakatuna.com. Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia memperkuat kolaborasi untuk mendukung berbagai program strategi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Sodik menyambut baik kerja sama yang semakin diperkuat antara BAZNAS dan Kemensos.
Menurutnya, sejumlah program prioritas BAZNAS memiliki keterkaitan langsung dengan program-program sosial yang dijalankan pemerintah melalui Kemensos. “Program tersebut mulai dari bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), beasiswa pendidikan, pembangunan sekolah, layanan kesehatan, pelatihan usaha kecil, dakwah, hingga program kemanusiaan,” ujar Sodik.
Ia menjelaskan, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS akan diarahkan agar memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem dan kelompok rentan. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting agar bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pelaksanaan program bersama-sama akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar utama pemerintah dalam menentukan intervensi sosial. “Intinya kami bersama BAZNAS ingin mendukung strategi program Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kemudian akhirnya memberikan dampak yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” kata Saifullah.
Ia menambahkan kerja sama ke depan juga akan diperkuat dalam mendukung sektor pendidikan, termasuk program Sekolah Rakyat, pemberdayaan orang tua siswa, hingga bantuan RTLH bagi keluarga miskin ekstrem.
Saifullah mengungkapkan sebelumnya Kemensos dan BAZNAS telah bekerja sama dalam program relokasi dan pemberdayaan keluarga nelayan di sejumlah daerah. “Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan BAZNAS dalam relokasi 118 keluarga nelayan di Mesuji, Lampung dan 93 keluarga nelayan di Indramayu. Program tersebut sudah selesai dan terus kami dampingi dalam rangka pemberdayaan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Kemensos juga berkomitmen mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kementerian serta mendorong para pegawai untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami juga akan mengajak masyarakat umum bila yang memiliki kelebihan rezeki bisa juga disalurkan melalui BAZNAS dan sepenuhnya nanti dipergunakan untuk membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu ada di dalam DTSEN,” tutur Saifullah.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan lebih terpadu sehingga mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.