Harakatuna.com. Gaza — Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, merilis sebuah video pada Senin malam (29/12) yang menampilkan juru bicara resmi baru mereka. Sosok tersebut menggunakan nama yang sama dengan juru bicara sebelumnya, yakni Abu Ubaida.
Dalam pernyataan videonya, juru bicara baru itu menyampaikan belasungkawa atas kematian pendahulunya, Hudhaifa al-Kahlout, yang dikenal luas dengan nama Abu Ubaida. Ia juga menyampaikan salam kepada warga Jalur Gaza serta memuji keteguhan mereka di tengah situasi kemanusiaan yang sulit.
Ia menegaskan bahwa Brigade Izzuddin al-Qassam merasa bangga memiliki keberlangsungan dengan Gaza dan rakyatnya. Menurutnya, penduduk Jalur Gaza merupakan simbol keteguhan dalam menghadapi tekanan yang berkepanjangan.
“Kami bangga menjadi bagian dari Gaza dan rakyatnya. Mereka adalah orang-orang yang sukses, bangga, dan berjihad. Keteguhan mereka merupakan kebanggaan besar bagi perlawanan,” katanya, seperti dilansir Quds Press.
Dalam pidatonya, juru bicara tersebut menyampaikan salam kepada seluruh lapisan masyarakat Gaza, mulai dari laki-laki, perempuan, hingga anak-anak. Ia menyentuh berbagai penderitaan yang dialami warga, termasuk kehilangan anggota keluarga, terasing, luka-luka, serta pengungsian.
Ia juga menyoroti kondisi kehidupan yang berat, termasuk kesulitan ekonomi dan cuaca dingin yang menimpa warga Gaza. “Iman dan tekad mereka lebih kuat dari yang dibayangkan musuh,” katanya.
Lebih lanjut lagi, Abu Ubaida versi terbaru itu menekankan pentingnya persatuan antara para pejuang dan keluarga mereka. Ia menyebut bahwa keterlibatan keluarga dalam penderitaan konflik menjadi simbol kehormatan tersendiri. “Perpaduan darah para pejuang dengan darah keluarga mereka merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan ikatan antara kelompoknya dan masyarakat Gaza. “Kami adalah bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dari kami. Bersama-sama kami mempersembahkan hal yang paling berharga yang kami miliki sebagai tanggapan atas panggilan Tuhan kami, Allah,” tegasnya.