Harakatuna.com. Penguatan peran masjid sebagai pusat pelatihan umat terus menjadi perhatian. Hal ini terlihat dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib.
Kehadiran Kakanwil Kemenag DKI Jakarta tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasjidan di Jakarta.
Rakerwil ini juga menghadirkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta Fajar Eko Satrio, Sekretaris Jenderal PP DMI H. Rahmat Hidayat, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta H. Muhyiddin Ishak, Ketua Baznas DKI Jakarta H. Ahmad Abu Bakar, serta Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta KH. Auza’i Mahfudz.
Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, Kiai Mamun Alayubi, menegaskan bahwa Rakerwil ini menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja tahun 2027 sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program pada tahun 2026. “Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi langkah strategi untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pelatihan umat sekaligus pemberdayaan masyarakat,” ujar Kiai Mamun.
Ia juga menegaskan komitmennya dalam mengabdi di DMI selama lebih dari empat dekade. Menurutnya, memakmurkan masjid merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjaga rumah Allah. “Kami telah mengabdi di DMI selama 40 tahun. Bagi kami, memakmurkan masjid adalah bagian dari menjaga rumah Allah di muka bumi,” katanya.
Kiai Mamun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap para penggiat masjid. Berbagai program yang dinilai telah memberikan manfaat nyata, mulai dari insentif bagi imam, marbot, guru ngaji, hingga fasilitas transportasi gratis melalui layanan TransJakarta dan JakLingko. “Kami juga mengajak seluruh jajaran DMI untuk menjadi teladan, termasuk dengan menggunakan transportasi umum sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta Fajar Eko Satrio menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah dan lembaga keagamaan. “Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan serta meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di DKI Jakarta,” ujar Fajar.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian besar terhadap sektor keagamaan melalui berbagai program bantuan, termasuk insentif bagi tenaga keagamaan dan dukungan operasional rumah ibadah. “Alhamdulillah, setelah Idulfitri seluruh proses penyaluran insentif berjalan dengan baik. Bahkan pada akhir tahun 2025, DKI Jakarta meraih penghargaan Harmoni Umat Terbaik se-Indonesia,” ungkapnya.
Meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026 sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat, Fajar memastikan komitmen Pemprov DKI Jakarta tetap kuat dalam mendukung pelayanan keagamaan. “Efisiensi anggaran tidak akan mengurangi komitmen kami. Justru kami terus berupaya menghadirkan program yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan beberapa program baru pada tahun 2026, di antaranya pelatihan berbasis zonasi masjid serta penguatan kegiatan keagamaan di masyarakat. “Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus terus dijaga dan ditingkatkan demi memperkuat kehidupan keumatan di DKI Jakarta,” pungkas Fajar.