Harakatuna.com. Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjangkau bagi masyarakat kecil. Kebijakan tersebut disampaikan dalam taklimat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Di tengah tekanan global yang memicu kenaikan harga energi di berbagai negara, pemerintah Indonesia memilih mempertahankan kebijakan subsidi BBM bagi sebagian besar masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam rapat kerja tersebut, Prabowo memaparkan capaian pemerintahannya yang telah berjalan hampir satu setengah tahun. Ia menyebut berbagai program pembangunan menunjukkan hasil yang nyata. “Di tahun pertama kita, tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata,” ujar Prabowo.
Menurutnya, berbagai tantangan global, termasuk konflik geopolitik dan tekanan ekonomi dunia, dapat dihadapi melalui kebijakan pemerintah yang terukur dan terencana. Presiden menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekedar klaim, melainkan dapat dilihat secara nyata melalui berbagai indikator pembangunan.
Prabowo juga mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tiga ancaman utama yang menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu ketahanan pangan, energi, dan udara. “Masalah dasar bagi negara adalah tiga hal itu: pangan, energi, dan udara,” ujarnya.
Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan dalam hal sumber daya alam. Namun menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kerentanan di masa depan. Dalam sektor energi, Prabowo menegaskan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil melalui kebijakan subsidi BBM.
“Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan BBM nonsubsidi. “Kalau sudah mampu, tentu tidak perlu lagi meminta subsidi,” katanya.
Berdasarkan laporan ekonomi yang diterima pemerintah, kondisi perekonomian nasional dinilai tetap stabil meskipun situasi global sedang bergejolak.
“Ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” ujar Prabowo. Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa taklimat kabinet berlangsung sekitar empat jam dan diikuti oleh jajaran lengkap pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja. “Kita harus bekerja lebih besar, lebih cepat, lebih produktif, dan lebih efisien, serta mengurangi kebocoran,” ujar Prasetyo.
Arahan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan.