Harakatuna.com. Swiss – Kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan bahwa pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menghalangi Newsom untuk berbicara dalam rangkaian acara Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Rabu (14/1).
Newsom sebelumnya diadakan tampil dalam sebuah diskusi santai di USA House, paviliun Amerika Serikat yang menjadi bagian dari pertemuan tahunan para pemimpin dunia tersebut. Acara itu rencananya digelar bersama media bisnis Fortune pada Rabu malam waktu setempat.
Namun, staf kantor gubernur mengungkapkan bahwa mereka menerima pemberitahuan secara tiba-tiba bahwa telah diambil “keputusan tingkat lokasi” untuk “tidak menyertakan pejabat terpilih Amerika Serikat” dalam agenda acara tersebut.
Menangapi pembatalan itu, Newsom meluapkan kekecewaannya melalui media sosial X.“
Seberapa lemah dan meremehkankah Anda sampai begitu takut dengan acara bincang-bincang di depan tungku perapian?” tulis Newsom.Kantor gubernur menyebutkan bahwa Newsom sejatinya berencana memberikan tanggapan atas pidato Presiden Trump yang disampaikan beberapa jam sebelumnya di forum yang sama. Dalam pidato tersebut, Trump kembali memicu kontroversi dengan menyatakan keinginannya untuk “mendapatkan hak kepemilikan atas Greenland,” meskipun menegaskan tidak akan menggunakan kekerasan.
Selain itu, Trump juga memanfaatkan panggung Forum Ekonomi Dunia untuk melontarkan kritik berulang kali terhadap sekutu-sekutu Eropa serta menyiratkan bahwa Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) seharusnya tidak ikut campur dalam ambisi ekspansi Amerika Serikat.
Setelah undangan persembahannya dibatalkan, pihak penyelenggara mengadakan menawarkan undangan berupa undangan menghadiri resepsi “VIP nightcap” untuk minum dan berbincang secara informal. Namun tawaran tersebut ditolak oleh Newsom. Meski demikian, agenda publik lain yang diadakan diikuti Newsom di lokasi berbeda di Davos pada Kamis pagi dilaporkan tidak dibatalkan.
Juru bicara Fortune membenarkan bahwa Newsom sempat diundang untuk berpartisipasi dalam diskusi di USA House. Namun, pihak penyelenggara kemudian “memutuskan bahwa mereka tidak dapat mengakomodasi partisipasi gubernur dan mengkomunikasikan keputusan tersebut kepada Fortune.”
Sementara itu, Gedung Putih enggan menjelaskan apakah pembatalan tersebut merupakan arahan langsung dari pemerintahan Trump. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly justru melontarkan pernyataan bernada menyerang terhadap Newsom.
“Tidak ada seorang pun di Davos yang tahu siapa gubernur kelas tiga itu atau mengapa dia bersenang-senang di Swiss alih-alih memperbaiki banyak masalah yang dia ciptakan di California,” ujar Kelly dalam pernyataannya.
Perselisihan terbaru ini muncul setelah Trump secara terbuka mengkritik Newsom dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia, yang sejatinya bertujuan mendorong “diskusi berwawasan ke depan untuk mengatasi masalah global dan menetapkan prioritas.
”Kamera sempat menyorot Newsom saat mendengarkan pidato tersebut. Ia terlihat tersenyum dan terkekeh ketika Trump menyebut namanya. Seusai pidato, Newsom menyebut pidato Presiden AS itu “membosankan”. “Tidak ada hal baru dalam pidato itu bagi khalayak Amerika,” kata Newsom kepada CNN.
Pernyataan tersebut dinilai tidak sekadar menyampaikan secara pribadi, melainkan kritik terhadap gaya retorika Trump yang dianggap kekurangan substansi dan lebih mengandalkan hasutan emosional di tengah krisis global dan tantangan demokrasi.
Di dalam negeri, ketegangan antara keduanya juga menguat. Belum lama ini, Newsom menuding pemerintahan Trump memperlambat penyaluran dana pemulihan senilai miliaran dolar bagi korban kebakaran hutan di Los Angeles County. Ia menyebut keterlambatan itu membuat warga berada dalam wilayah yang luas.
Saat berada di Washington, DC, pada Desember 2025, Newsom mengatakan kepada The Times bahwa Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menolak permintaannya untuk bertemu guna membahas permohonan dana bencana jangka panjang California sebesar 33,9 miliar dolar AS, hampir setahun setelah kebakaran besar tersebut terjadi.
Konflik Newsom dan Trump kini melampaui politik domestik. Gubernur California yang memimpin negara bagian berpenduduk 39,2 juta jiwa itu memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak terpengaruh oleh retorika populis dan konfrontatif Trump.
Menurut Newsom, pengalaman Amerika Serikat menunjukkan bagaimana ujaran nasionalistik ekstrem dapat secara perlahan menggerus institusi demokrasi dari dalam. Perseteruan ini menegaskan bahwa benturan di antara keduanya bukan semata-mata soal ego atau elektabilitas, melainkan pertarungan dua visi politik yang berseberangan: politik berbasis kebijakan dan institusi yang berhubungan dengan sensasi politik dan figur kultus.
Dalam konteks tersebut, pembatalan undangan terhadap Newsom justru dinilai mempertegas bahwa perang urat saraf belum berakhir, dengan taruhan yang jauh melampaui panggung forum internasional.
Ketegangan semakin terasa mengingat Newsom disebut-sebut tengah mempertimbangkan pencalonan presiden pada tahun 2028, sambil memposisikan California sebagai penyeimbang kekuasaan Washington.
Di Davos pekan ini, gubernur dari Partai Demokrat secara terbuka menegur para pemimpin dunia karena dinilai gagal menyatakan pernyataan tegas terhadap agresivitas Trump, termasuk dalam isu perdagangan dan potensi pengambilalihan Greenland.
Berbicara kepada wartawan, seperti dikutip Los Angeles Times, Newsom mendesak para pemimpin Eropa dan global untuk “berdiri tegak dan teguh” serta “memiliki pendirian.”
Ia menyesalkan banyak pihak yang menilainya memilih mengalah mengambil tindakan dan retorika Trump. “Ini sungguh tertidur,” sindir Newsom.