Harakatuna.com. Tanjungpinang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Riau bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar pertemuan koordinasi untuk memperkuat kerukunan dan memastikan stabilitas keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung di Tanjungpinang tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, Polri, TNI, serta para tokoh lintas agama.
Ketua FKUB Kepri, Handarlin Umar, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan umat Kristiani dapat berjalan aman, damai, dan penuh kekhidmatan. “Apalagi saat Natal dan Tahun Baru 2026 akan ada banyak kegiatan. Jadi kita perlu merawat kerukunan jelang perayaan umat Kristiani tersebut,” ujar Handarlin, Kamis (11/12).
Ia menambahkan, upaya menjaga keharmonisan sosial perlu terus dilakukan untuk mencegah munculnya potensi terjadinya masalah maupun masalah yang tidak diinginkan. “Dari hasil survei, tingkat toleransi kita masih tinggi. Namun, kita harus tetap merawat kerukunan ini,” tambahnya.
Handarlin berharap koordinasi lintas lembaga ini dapat memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta kesigapan seluruh pihak dalam menjaga suasana kondusif di seluruh wilayah Kepulauan Riau selama masa libur Nataru.
Di sisi lain, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto memastikan peran aktif TNI dalam mendukung pengamanan ibadah dan hari raya umat Kristiani, khususnya di Tanjungpinang dan Bintan. “Kita dari TNI akan ikut menjaga kerukunan umata. Pengamanan di gereja tetap kita lakukan,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah strategis FKUB dan FKPD untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kepri berlangsung aman, rukun, dan harmonis.