Harakatuna.com. Surabaya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya pengamanan yang dilakukan secara kolaboratif dan menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menciptakan rasa aman dan memperkuat toleransi antarumat beragam.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, menegaskan bahwa tanggung jawab pengamanan tidak seharusnya dibebankan sepenuhnya kepada aparat keamanan seperti TNI dan Polri. Menurutnya, peran aktif tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat di lingkungan sekitar rumah ibadah dan ruang publik sangat dibutuhkan.
“Keterlibatan masyarakat lintas agama sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi saudara-saudara kita dalam menjalankan ibadah,” ujar Sumardi, Senin (15/12/2025).
Pria yang akrab disapa Cak Sumardi tersebut menilai, partisipasi masyarakat lintas agama dalam pengamanan perayaan Natal merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Jawa Timur. Dengan dukungan bersama, umat Kristiani diharapkan dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, tenang, dan khidmat tanpa rasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan.
Sumardi juga mengingatkan bahwa pengalaman di masa lalu menunjukkan potensi gangguan keamanan dapat muncul jika pengamanan dilakukan secara tertutup dan meminimalkan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif dan terbuka dinilai lebih efektif dalam mencegah berbagai risiko, baik yang bersifat kriminal maupun gangguan umum.
Selain pengamanan rumah ibadah, DPRD Jawa Timur juga menyoroti pentingnya pengawasan di sejumlah lokasi publik yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur akhir tahun. Lokasi tersebut antara lain tempat wisata, pusat hiburan, serta jalur transportasi utama.
“Lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Nataru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Karena itu diperlukan pengaturan lalu lintas, rekayasa genangan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor dan cuaca ekstrem,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, DPRD Jatim mendorong pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk melakukan antisipasi sejak dini. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan pengawasan, pengaturan arus lalu lintas, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama libur Nataru.
Sumardi menegaskan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama agar perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah Jawa Timur dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Melalui pengamanan yang kolaboratif, kami berharap momentum Natal dan Tahun Baru tidak hanya menjadi perayaan ajang, tetapi juga mampu memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tutupnya.