Harakatuna.com. Pontianak – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Turut Menjadi Narasumber Dalam Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Politeknik ‘Aisyiyah Kota Pontianak, Jumat, 19). Kegiatan Tersebut Mengusung Tema “Ciptakan Ruang Bebas Anti Radikalisme Dan Anti Terorisme” Dan DiIKuti Oleh 205 Mahasiswa, Baikatan Angkatan Baru Maupun Semester Dua.
Dalam Kesempatan Itu, Muhammad Mursid, SH, Unit Perwakilan Dari Pencegahan Densus 88, Anggota Pemaparan Mengenai Ancaman Ideologi Radikal Dan Terorisme. IA Menankan Pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar Mahasiswa tidak mudah terpengaruh Paham intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Dan Terorisme (IRET).
“Mahasiswa Adalah Agen Perubahan. Kalian Perlu Memilisi Sikap Mencegah tidak Mudah Terpapar Paham Radikal. Kampus Harus Dijaga Sebagai Ruang Tumbuh Kembang Ilmu Usgesar, Bukan Menjadi Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan Lahan PENYAMPAIANYA.
IA JUGA MAHASISWA BERPERAN AKTIF MENJAGA LINGKUNGAN KAMPUS YANG INKLUSIF, HARMONIS, DAN PRODUKTIF. Menurutnya, Keterlibatan Mahasiswa Sangan Penting Dalam Membentuk Benteng Sosial Yang Mampu MeseGah Infiltrasi ideologi Radikal.
Kegiatan Tersebut disambut antusias para peserta. Forum melalui ini, Mahasiswa Baru Diharapkan Dapat Memperoleh Wawasan Yang Lebih Luas Mengenai Dinamika Ancaman Radikalisme Dan Terorisme, Serta Memahami Pentingnya Kolektif Kolektif Dalam Menjaga Keamananan Ketahaan Ketahaan.
“Kami BerharaP Mahasiswa Memilisi Pemahaman Bersama Bahwa Radikalisme Tidak Boleh Diberi Ruang di Lingungan Akademik. Ruang Kampus Haruus Menjadi Wadah Unkal Mura Depan Yang Damai Dan Produktif,” Punguk.
(Tagstotranslate) #bhinneKatunggalika