Harakatuna.com. Nebraska – Kelompok Militan Negara Islam Irak Dan Suriah (ISIS) Kini Disebut Semakin Gencar Memanfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) UnkaKUAT Propaganda, Merekrut Anggota Baru, Hingga Merancang. Para Ahli Menyebut Tren ini Sebagai Titik Balik Berbahaya Dalam Lanskap Terorisme Global.
Laporan Dari Newsweek Mengungkap Bahwa Meski Isis Mengalami Kekalanah Signifikan di Medan Perang, Mereka Tetap Eksis Secara Digital. Keberadaan Mereka Kini Bahkan DIANGGAP LEBIH MANGANCAM DENGAN Adopsi Teknologi AI, Termasuk Pengguna AI generatif (Genai) Dan Ai Otonom (AI Agen).
“Kita Suda Melewati Fase Spekulasi. Penggunaan Ai Oheh Kelompok Ekstremis Seperti Isis Kini Adalah Kenyataan,” Ujar Samuel Hunter, Direktur Riset di Pusat Keulangulan Kontratraterorisme Omaha.
Dari Propaganda Digital Hingga Perencanaan Serangan Fisik
Hunter Menurut, Penggunaan Ai Oleh Isis Pada Tahap Awal DifoKuskan untuk Menciptakan Propaganda Yang Menarik Dan Tersebar Cepat Di Dunia Maya. Salah Satu Contohnya Adalah Video Yang Menampilkan Pembawa Berita Buatan Ai Yang Menyebarkan Pesan Radikal Setelah Serangan Di Gedung Parlemen Moskow Pada Tahun Lalu.
Kampanye Itu, Yang disebut “panen berita,” Diyakini Didalangi Oleh Afiliasi Isis Paling Aktif Saat Ini, Yaitu Isis-Khorasan (Isis-K), Yang Berbasis di Afghanistan. Kelompok ini buta bergung jawab atas dua serangan paling mematikan isis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di rusia Dan Iran.
Namun, propaganda Kekhawatiran Tidak Berhenti Pada. “Genai Mulai Digunakan untuk merancang senjata seperti ied (bom rakitan) Dan TAKTIK BARU DALAM SERIGAN NYATA. Penggunaan Ai Bukan Lagi Sekadar Alat Penyebar Ideologi,” Kata Hunter.
Yang Lebih Mengkhawatirkan, Kata Hunter, Adalah Potensi Penggunaan Ai Otonom Atau Agen AI, Yakni Sistem Cerdas Yang Dapat Melakukan Tugas Kompleks Secara Mandiri. “AI Semacam Ini Mampu Menyesuaika Diri Dera Degan Waktu Nyata, Merespons Tren, Dan Merancang Strategi Tanpa Campur Tangan Manusia Secara Langsung,” Ujarnya. “Skalanya Jauh Lebih Besar Dan Sulit Dilacak.”
Pakar Keamanan Lainnya, Hanley, Memperingatkan Bahwa Dalam Waktu Dekat, Sistem Ai Dapat Melakukan Tugas Yang Sebelumnya Hanya Bisa Dilaki Manusia. “Bayangkan Sistem Ai Yang Bisa Prencari Bahan-Bahan Pembuat Bom Secara Online, Membelinya, Dan Mengirimkanyaa Ke Lokasi-Lokasi Tertentu-Semua Dilakukan Secara Otomatis,” Ujarnya Kepada, ”Ujarnya Kepada-Ujarnya Ujarnya,” Ujarnya Ujarnya Ujarnya Ujarnya, Ujarnya Ujarnya, Ujarnya Ujarnya, Ujarnya Ujarnya, Ujarnya Ujarnya Newsweek. “Ini Bukan Fikssi Ilmiah Lagi.”
Tantangan Global Menghadapi Inovasi Ai Ekstremis
ISIS Bukanlah Satu-Saturya Kelompok Yang Memanfaatkan Ai. Al-Qaeda Dan Kelompok Seperti al-Shabaab Rugna Disebut Suda Menggunakan Ai Unkul Menerjemahkan Propaganda Ke Berbagai Bahasa Serta MEMPRODUKSI KONTEN DENGAN KUALITAS TINGGI Menggunakan Genai. Sementara Itu, Kelompok Isis-k Bahkan Telah Mengedukasi Para Simpatisan Tentang Penggunaan Ai Melalui Majalah Digital Mereka, Suara KhorsanYang Diterbitkan Oleh Yayasan al-Azaim.
Menuru Ghafar Hussain, Program Peneliti Dari Ekstremisme Universitas George Washington, Isis Kini Aktif Dalam Empat Area Utama: Chatbot Ekstremis, Ai Generatif, AI Agentik, Permainan Daring, Dan Analitik Prediktif. “Mereka Bahkan Menyusup Ke Platform Gim Seperti Roblox Dan Minecraft TUKUK MAAK MENYEBOKAN PESAN RADIKAL DAN MEREKRUT ANAK MADA, ”Ujar Hussain.
Di Amerika Serikat, Kekhawatiran Atas Ancaman Ai Dalam Terorisme ini Mendorong Langkah-Langkah Legislasi Baru. Anggota Kongres Dari Texas, August Pfluger, Memperkenalkan Undang -Undang Penilaian Risiko AI dan Terorisme Generatif Pada Februari 2025. “Ai Memilisi Potensi Besar Unkuk Kebaan, Tetapi Di Tangan Yang Salah, Bisa Menjadi Senjata Berbahaya,” Kata Pfluger. “Kita Tahu Bahwa Organisasi teroris Sedang menari cara untuk memanfaatkan teknologi ini unkrut dan Menginspirasi Serangan di Wilayah as.”
Pfluger Rona Mengadakan Dengar Pendapat di Kongres untuk BAJAIMANA BABAIMANA AI DIGUNAKAN UNTUK KONGUAT Video Propaganda Palsu, Memanipulasi peristiwa, Dan memengaruhi Persepsi masyarakat. “Kebijakan Kita Haru Proaktif. Kita Tenjak Boleh Tertingangal Dari Mereka Yang Ingin Menyalahgunakan Teknologi Ini,” Tegasnya.
Selain Itu, Sejumlah Badan Pemerintah As – Tasuk FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Dan Kantor Direktur Intelijen Nasional – Telah Mengeluarkan Panduan UNTUK EKHADAPI RISIKO PENIALAHGUNIAAN AIAN AIAAN OLEHAKOKI EKHADAPI PENYALAHGUNIAAN AIAN AIAAN OLEHAKOKI.
Laporan PBB Yang Dirilis Juli Lalu Baga Memperingatkan Bahwa Isis Dan Afiliasinya “Terekperimen Delangan AI Unkuke Radikalisasi, Perekrutan, Propaganda,” Serta Tulu Mulai Mengunakan Alat Alat.
Meski SEJUMLAH NEGARA MULAI MERANCANG Undang-Lundang Unkat Mengatur Penggunaan Ai, Para Ahli Menilai Banyak Dari Kebijakan Tersebut Masih Belum Menyentuh Akar Masalah. “Undang-Layanan Digital Uni eropa Dan Ruu Bahaya Daring Inggris Terlalu Fokus Pada Moderasi Konten, Padiahal Tantangan Sebenarnya Ada Algoritma Dan Forum Gelap Yang Sulit Diawasi,” Ujar Hussain.
IA Menambahkan, sulit mesenciptakan sistem Pengawasan Yang Efektif Tanpa Model Meniru Otoriter Seperti Tiongkok, Yang Justru Berpotensi Mengorbankan Kebebasan Sipil.
(Tagstotranslate) Cegah Radikalisme (T) Ekstremisme (T) Radikalisme (T) Terorisme