Harakatuna.com. Tangerang Selatan — Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi pencegahan paham kekerasan dan radikalisme di lingkungan anak dan pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 1 Tangerang Selatan, Kamis (15/1/2026).
Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri atas perwakilan siswa, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta para guru SMAN 1 Tangerang Selatan.
Narasumber dari Densus 88 Antiteror Polri, IPTU Rudiana Bachrie, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan mencakup penguatan ideologi kebangsaan, pemahaman tentang proses radikalisasi, serta peran media sosial dalam penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan (IRET).
“Selain itu, kami juga membahas dampak bullying yang dapat menjadi salah satu pemicu munculnya perilaku kekerasan di kalangan anak dan pelajar,” ujar IPTU Rudiana Bachrie dalam pemaparannya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta didik agar mampu mengenali, menolak, serta tidak mudah terpengaruh oleh paham kekerasan maupun ajakan ekstrem yang dapat berkembang di lingkungan sekolah maupun dunia digital.
Sementara itu, Brigpol Fawaz Taufiq MA menambahkan bahwa para peserta juga dibekali keterampilan berpikir kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. “Anak-anak diajak untuk tidak mudah percaya dan membagikan konten yang belum jelas kebenarannya, menolak segala bentuk perundungan, memilih pergaulan yang positif, serta menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Mereka juga didorong untuk berani melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya jika menemukan indikasi paham kekerasan,” kata Brigpol Fawaz.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini radikalisme di kalangan pelajar.