Harakatuna.com. Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota teladan toleransi dan perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia di kawasan Monumen Nasional, Sabtu (18/4/2026) malam.
Acara yang mengusung tema “Malam Suci bagi Perdamaian Dunia dan Harmoni Global” Itu juga melibatkan berbagai tokoh agama dan diplomatik. Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengapresiasi inisiatif Gema Sadhana yang dinilai mampu menghadirkan ruang kebersamaan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Menurut Pramono, kegiatan seperti ini bukan sekedar seremoni, melainkan menjadi ruang refleksi, doa bersama, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi. Ia menekankan bahwa perdamaian sejati tidak selalu lahir dari forum internasional besar, tetapi justru dimulai dari sikap individu dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam ajaran Hindu, kita mengenal nilai luhur Ahimsayaitu prinsip untuk tidak menyakiti, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Nilai ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada kasih, empati, dan welas asih,” ujar Pramono.
Ia juga menyinggung konsep Tri Hita Karana sebagai landasan penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, yaitu hubungan yang seimbang antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. “Malam ini kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian,” lanjutnya.
Sebagai kota global, Pramono menegaskan Jakarta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam merawat keberagaman. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, akan terus mendorong berbagai kegiatan lintas agama dan budaya sebagai upaya memperkuat persatuan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, namun mengimplementasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada seremoni, namun menjadikan nilai-nilai ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Sashikala Premawardhane, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tokoh lintas agama lainnya.