Harakatuna.com. Yaman — Cabang Yaman dari Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) secara resmi mengumumkan kematian salah satu pemimpinnya, Abu al‑Haija al‑Hadidi. Di kalangan mereka sendiri al‑Hadidi dikenal sebagai Munir al‑Ahdal, yaitu salah satu pemimpin AQAP yang paling menonjol. Sebelmunya juga pernah menjabat sebagai emir al-Qaeda di provinsi Marib dan komandan organisasi militer di al-Bayda, Ibb, Shabwa, dan Abyan.
Menurut pernyataan kelompok AQAP sebagaimana dikutip di media yemenonline.info, al-Hadidi tewas di Provinsi Marib, yaitu suatu daerah yang terletak di timur laut Yaman. Kemantiannya disebabkan oleh serangan drone yang menargetkan motornya di kawasan Wadi Obaja.
“Sumber keamanan lokal menyebut sebuah drone AS yang mengincar sepeda motor yang mengangkut Munir al-Ahdal, alias ‘Abu al-Hija al-Hadidi’, di area Al-Husoun, Wadi Obidah. Serangan ini dapat membunuh dan rekannya seketika,” demikian laporan uyang ditulis oleh otoritas lokal sebagaimana dikutip dari yemenonline.info.
Al-Hadidi dianggap sebagai tokoh penting dalam struktur kepemimpinan AQAP. Ia pernah terlibat dalam koordinasi operasi militan dan menjalin hubungan dengan faksi ekstremis lainnya di Yaman. Kematian al-Hadidi dinilai sebagai “pukulan besar” bagi AQAP, terutama di tengah meningkatnya tekanan dari operasi kontra-terorisme baru-baru ini.
Meski demikian, pernyataan resmi AQAP tidak menyebutkan secara eksplisit siapa pihak yang melakukan serangan tersebut. Namun sejumlah laporan independen dan sumber lokal menyebutkan bahwa serangan drone tersebut diyakini dilakukan oleh Amerika Serikat.