Harakatuna.com. Kabul — Pemerintah Karachi dan beberapa jalur transit di Pakistan ditutup untuk barang-barang asal Afghanistan, memaksa Kabul mempercepat diversifikasi jalur perdagangan. Afeganistan kini mengincar kerja sama intensif dengan India serta menggunakan jalur alternatif melalui Pelabuhan Chabahar di Iran.
Menurut laporan dari media dan pejabat Afghanistan, larangan transit dan penutupan rute melalui Karachi membuat eksportir dan importir Afghanistan “dipaksa mencari akses baru ke pasar global.”
Menteri Perdagangan dan Industri Afghanistan, Nooruddin Azizi, menyatakan dalam konferensi pers di New Delhi bahwa Kabul sudah memulai proses diversifikasi jalur perdagangan. “Pakistan telah menghentikan transit dan perdagangan Afghanistan melalui Karachi,” ujarnya. “Saat ini kami sedang membangun rute-rute baru, termasuk melalui Chabahar.”
Menurut Azizi, Afghanistan dan India tengah bekerja sama erat untuk memastikan koridor Chabahar dapat berfungsi penuh, meskipun ada beberapa “tantangan teknis kecil” yang masih harus diselesaikan.
Langkah Praktis: Jalur Udara & Atase Perdagangan
Sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan di Pakistan, India dan Afghanistan telah sepakat untuk menunjuk atase komersial di masing-masing ibukota, dengan tujuan memperkuat kerjasama perdagangan dan investasi bilateral.
Mereka juga merencanakan peluncuran jalur udara kargo antara Kabul dan kota-kota di India sebagai alternatif transit cepat dan andal. Dengan ditutupnya akses ke pelabuhan Pakistan, Afghanistan kini mengandalkan Pelabuhan Chabahar di Iran, yang didukung oleh India, sebagai jalur utama ekspor-impor. Pendekatan ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menawarkan stabilitas pasokan rantai yang lebih baik.
Selama enam bulan terakhir, nilai perdagangan melalui Iran telah melampaui transaksi dengan Pakistan — menandakan perubahan nyata dalam peta perdagangan regional. Dalam pertemuannya di India, Azizi mengundang investor India untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur di Afghanistan, termasuk pengembangan fasilitas industri, penyimpanan dingin, serta pengolahan buah dan rempah.
Ia juga memberikan jaminan keamanan bagi perusahaan India yang akan berinvestasi di Afghanistan, sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan serta menjaga stabilitas kemitraan perdagangan bilateral.
Penutupan koridor perdagangan melalui Pakistan telah memicu perubahan strategi besar oleh Afghanistan — dari ketergantungan transit ke akses melalui Iran dan penguatan kerja sama dengan India. Upaya ini menggambarkan adaptasi cepat Kabul terhadap gejolak regional, sekaligus menandai babak baru dalam hubungan ekonomi dan komunikasi Afghanistan-India, serta mendefinisikan kembali jalur perdagangan di Asia-Tengah dan Asia Selatan.