Harakatuna.com. Aceh Timur – Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kecamatan Pante Bidari digelar di Aula Kantor Camat Pante Bidari, Minggu (24/5/2026), dengan mengusung semangat memperkuat persatuan ulama serta menjaga akidah umat dari pengaruh paham yang dibawa dan radikalisme.
Kegiatan tersebut meliputi Ketua HUDA Kecamatan Pante Bidari Abi Adami, Wakil Ketua I HUDA Kabupaten Aceh Timur Tgk. Muhammad Daud atau yang akrab disapa Abi Daud, Camat Pante Bidari Darkasyi, SE, anggota DPRA Fraksi Partai Aceh M. Yusuf alias Pang Ucok, para pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta unsur Muspika.
Ketua Panitia Muscab, Tgk. Jalaluddin, SHI, mengatakan kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antarulama dayah sekaligus menyusun langkah strategi organisasi dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. “Muscab ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan menyatukan langkah ulama dayah dalam menjaga akhlak serta akidah umat,” ujarnya.
Ketua HUDA Kecamatan Pante Bidari, Abi Adami, dalam berbagai acaranya mengajak seluruh ulama dan masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, ulama dayah memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan negatif yang dapat merusak moral dan akidah.
“HUDA harus menjadi benteng umat dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan memperkuat pendidikan agama di masyarakat tengah,” kata Abi Adami.
Ia menilai penguatan pendidikan agama dan nilai-nilai moderasi menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya paham radikalisme maupun aliran yang menyimpang di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Sementara itu, Wakil Ketua I HUDA Kabupaten Aceh Timur, Abi Daud, menegaskan bahwa HUDA merupakan organisasi yang dibentuk oleh ulama kharismatik Aceh, almarhum Abu Panton atau Abu H. Hasanoel Bashry HG, sebagai wadah pemersatu ulama dayah di Aceh.
Dalam sambutannya, Abi Daud juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme dan aliran sesat yang dinilai dapat memecah-belah persatuan umat. “Kita semua mempunyai tanggung jawab menjaga masyarakat dari paham radikalisme dan aliran sesat. Ulama dayah harus terus hadir membimbing umat dan menjaga akidah masyarakat Aceh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan peran ulama dalam membina masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di Aceh. Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE, menyampaikan dukungan pemerintah kecamatan terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan peran ulama dalam menjaga serta keharmonisan masyarakat.
Ia berharap HUDA dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang religius, damai, dan terbebas dari pengaruh paham ekstrem. “Kami berharap hubungan antara ulama dan pemerintah terus terjalin baik demi menjaga persatuan dan ketenteraman masyarakat,” ujarnya.