Harakatuna.com. Jakarta — Staf Khusus Menteri Agama (Menag), Gugun Gumilar, menekankan pentingnya peran gotong royong para pemuka agama dalam merawat dan memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan para pendeta lintas gereja di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka. Para tokoh agama yang hadir membahas peran strategis pemuka agama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah dinamika serta tantangan sosial yang kian kompleks.
“Kerukunan umat beragama tidak bisa dibangun secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong para pemuka agama, dengan saling percaya, saling mendengar, dan bekerja bersama demi mewujudkan Indonesia yang damai,” ujar Gugun Gumilar, Sabtu (17/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Gugun juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendorong penguatan moderasi umat manusia melalui kolaborasi lintas iman. Menurutnya, rumah ibadah perlu dimaknai tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pusat penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Kami ingin rumah-rumah ibadah menjadi ruang yang menumbuhkan semangat persaudaraan, toleransi, dan cinta Tanah Air,” katanya.
Kunjungan tersebut melibatkan sejumlah tokoh gereja, antara lain Pendeta Purba dari Gereja Advent, Pendeta Franki dari Kota Bandung, Pendeta Mawardin dari Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), Pendeta Berti selaku Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara di Indonesia (K2SI) Provinsi Jawa Barat, serta Pendeta Ferdinand yang menjabat Ketua Umum Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga Kristen Indonesia (BKSG-LK Indonesia).
Para pendeta menyambut ajakan positif tersebut dan menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama serta seluruh elemen bangsa dalam menjaga keharmonisan sosial. Mereka juga menegaskan sikap bersama untuk menolak intoleransi dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.