Harakatuna.com. Doha – Perdana Menteri Sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al Thani, Mengecam Keras Serangan Rudal Israel Yang Menghantam Kawasan PemuKiman. Dalam Pernyataanana Yang Dikutip Oleh Al Jazeera, ia menyebut Tindakan Tindakan Sebagai Bentuk “Terorisme Negara” Dan Pelanggaran Serius Terhadap Hukum Internasional.
“Serangan ini Tahat Bisa Dibiarkan Begitu Saja. Qatar Akan Menggunakan Segala Mekanisme Hukum Dan Diplomatik Untukur Meminta Pertanggungjawaban Israel,” Tegas Al Thani.
Qatar dilaporkan telah kebentuk tim hukum khusus unkevaluasi langkah-langkah hukum internasional Yang dapat diambil terhadap Israel. Ini menanusul insiden Serangan udara Yang Terjadi di Tengah Upaya Negosiasi Gencatan Senjata Antara Hamas Dan Israel, Yang Sarah Itu Berlangsung DiHa.
Tak Hanya Perdana Menteri, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani Jada Menyuarakan Kecaman Serupa. Dalam Pernyataan Resmi Yang Dikutip Al Jazeera, ia menilai serangan tersebut Sebagai Ancaman Langsung Terhadap Kedaulatan negara Dan Pelanggaran Nyata Terhadap Hukum Internasional. “Ini Merupakan Pelangangaranat Terang-Terangan Terhadap Kedaulatan Dan Keamanan Qatar, Serta Pelangangaran Prinsip-Prinsip Hukum Internasional,” Ujar Emir Tamim.
Israel Mengklaim Bahwa Serangan Tudal Tersebut Menargetkan Para Pemimpin Hamas Yang Sedang Berpartisipasi Dalam Perundingan Gencatan Senjata. Namun, Serangan Itu Menewaska Enam Orang, Mediator Termasuk Sejumlah Perdamaan Dan Waraga Sipil.
Kelompok Hamas Mengonfirmasi Bahwa Lima Orang Anggotanya Tewas Dalam Insiden Tersebut, Termasuk Putra Dan Ajudan Dari Pemimpin Senior Khalil al-Hayya. Sementara Itu, Pihak Qatar Menyebut Bahwa Salah Satu Korban Tewas Adalah Petugas Keamanan Dalam Negeri Mereka.
Dalam Pernyataan Resminya, Kementerian Dalam Negeri Qatar Mengumumkan Bahwa Kopral Bader Saad Mohammed Al-Humaidi Al-Dosari, Anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Gugur Akibat Serangan Tersebut. Personel Beberapa Keamanan Lainnya Jagi Dilaporkan Mengalami Luka-Luka.
Beberapa Jam setelah Ledakan Terjadi, Gedung Putih Melalui Juru Bicara Karoline Leavitt Menyatakan Bahwa Militer Sebagai Telah Memberi Tahu Pemerintah Qatar Sebelum Serangan Terjadi. “Pemerintahan Trump Telah Diberitahu Oleh Militer sebagai Bahwa Israel Akanel Menyerang Hamas, Yang Kebetulan Berada Di Wilayah Doha,” Ujar Leavitt Kepada Wartawan, Seperti Dikutip Al Jazeera.
Namun, Klaim Tersebut Langsung Dibantah Keras Oleh Otoritas Qatar. JURU BICARA KEMENTERIAN LUAR NEGERI Qatar, Majed Al Ansari, Menegaskan Bahwa Tidak Ada Informasi Yang Diberikan Sebelumnya Oheh Pihak Amerika. “Pernyataan Bahwa Pemerintah Qatar Suda Diinformasikan Sebelumnya Adalah Tulise Benar. Panggilan Telepon Dari Seorang Pejabat Amerika Baru Diterima Saat Ledakan Akibat Serangan Israel Telah Terjadi,” Tulra Al Ansai Al Ansai Al Ansari Al Ansari Al Ansai Dangan Telah, ” Twitter).
Menanggapi peristiwa Tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump Mengaku Kecewa Terhadap Tindakan Israel, Meskipun ia Tetap Menilai Hamas Sebagai Target Yang Sah. “Ideal Ideal Situasinya. Reuters.
Trump Menambahkan Bahwa Meskipun Memerangi Hamas Adalah Tujuuan Yang Sah, Serangan Terhadap Wilayah Sekutu Utama sebagai Seperti Qatar Dapat Dapat Hubitu Strategis. Qatar DetaHUI Merupakan Sekutu Dekat As Di Kawasan Teluk Dan Menjadi Tuan Rahat Bagi Pangkalan Udara al-Udeid, Markas Militer sebagai Terbesar di Timur Tengah.
Insiden ini Terjadi di Tengah Proses Negosiasi Damai Yang Dimediasi Oleh Qatar Dan Mesir, Yang Selama Ini Berperan Sebagai Penengah Dalam Konflik Antara Israel Dan Hamas Di Gaza. Serangan di Doha Dinilai Sebagai Pukulan Besar Terhadap Upaya Gencatan Senjata Yang Tengah Berlangsung.
Sejumlah Pengamat Menilai Bahwa Tindakan Militer Israel Di Wilayah Qatar Akan Semakin Menyulitkan Pencapaian Kesepakatan Damaai, Serta Memperburuk Ketlomatik Diplomatik Di Kawasan.
(tagstotranslate) #bhinneKatuggalika