Harakatuna.com. Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi sektor swasta oleh Grab Indonesia dan OVO, Senin (20/4/2026). Peninjauan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari sekolah penerima manfaat, mitra UMKM, hingga Command Center MBG yang berfungsi sebagai pusat pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kunjungan ini bertujuan memastikan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan aman, sekaligus menekankan pentingnya peran teknologi dalam mendukung tata kelola program sosial yang lebih efektif. Dalam keterangannya, Nezar menekankan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko.
“Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini,” ujarnya.
Program MBG Grab–OVO merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program strategis nasional. Program ini dirancang sebagai pelengkap pelaksanaan MBG oleh pemerintah dengan menitikberatkan pada keamanan pangan, tata kelola yang transparan, serta dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan.
Dalam implementasinya, Grab–OVO menggandeng berbagai organisasi dan yayasan, seperti PP Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, serta sejumlah lembaga lainnya. Kolaborasi ini memperkuat distribusi program agar tepat sasaran sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam program ini. Meskipun demikian, tanggung jawab sektor swasta tidak hanya memastikan pendistribusian bantuan, tetapi juga menjamin proses berlangsung aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebagai kegiatan CSR sektor swasta, tanggung jawab kami tidak hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga memastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas distribusi bantuan sekaligus memberikan dampak nyata bagi penyediaan gizi anak-anak di Indonesia.