Harakatuna.com. Palangka Raya — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Subandi, SE, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai benteng utama dalam mencegah masuknya paham radikalisme dan kekerasan ideologi di kalangan pelajar.
Menurut Ketua DPRD Palangka Raya, derasnya arus informasi di era digital membuat anak-anak dan remaja semakin rentan terpapar berbagai konten negatif, termasuk paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan toleransi. Oleh karena itu, sekolah tidak boleh hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus berperan aktif dalam pembentukan karakter siswa.
“Sekolah harus menjadi benteng utama dalam membentengi pelajar dari pengaruh radikalisme. Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan moral, karakter, dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menilai lingkungan sekolah memiliki posisi strategis dalam melakukan pencegahan dini terhadap penyebaran paham radikal. Melalui proses belajar-mengajar yang berkesinambungan, sekolah yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, serta cinta tanah air kepada peserta didik.
Ketua DPRD Palangka Raya juga menekankan pentingnya penguatan karakter pendidikan dan pendidikan kewarganegaraan di sekolah. Selain itu, guru dan tenaga pendidik diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa yang dapat mengindikasikan kecenderungan intoleransi atau ketertarikan pada konten yang memuat kekerasan.
“Perubahan sikap, pola pergaulan, hingga ketertarikan pada konten-konten tertentu perlu menjadi perhatian bersama. Guru adalah garda terdepan dalam mendeteksi gejala awal tersebut,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan agar memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas kepada guru dalam upaya pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah. Menurutnya, langkah ini penting agar tenaga pendidik memiliki pemahaman dan keterampilan yang mampu dalam menghadapi tantangan tersebut.
Selain peran sekolah, ia juga menegaskan bahwa pencegahan radikalisme pada pelajar memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, hingga aparat keamanan.
“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi generasi muda,” tutupnya.