Harakatuna.com. TEPI Barat – KERKERASAN Terhadap WARGA PALESTINA DI TEPI BARAT KEMBALI MERINGKAT SEIRING DENGAN SERANGKAIAN SERIGAN, PENANGKAPAN, DAN AKSI YANG Dilakukan PASUukan Pendudan Serta Pemukim Israel. Insiden Terbaru Kian Menambah Penderitaan Waraga Palestina Yang Selama Ini Hidup Di Bawah Kontrol Militer Dan Pembatasan Ketat Israel.
Mengutip Gulf Times, MingGu (28/9/2025), Palang Merah Palestina (PRCS) Melaporkan Seoran Anak Laki-Laki Berusia 12 Tahun Terluka Setelah Tertabrak Kendaraan Militer Israel Di Kota Jericho. “Korban Segera Dievakuasi Ke Rumah Sakit untuk Mendapatkan Perawatan Medis,” Demikian Pernyataan Prcs.
Di Wilayah Beitunia, Sebelah Barat Ramallah, PASUKAN Israel Juta Melakukan Penggerebekan Dan Menangkap Tiga Warga Palestina. Sumber Keamanan Palestina Mengungkapkan, Aksi Serupa Semakin Sering Terjadi Dalam Beberapa Bulan Terakhir.
Tak Hanya Itu, Pemukim Israel Dilaporkan Menyerang Secara Brutal Seorang Anak Di Daerah Ein Jariot Dekat Beitunia Hingga Korban Tak Sadarkan Diri. “Anak Tersebut Akhirnya Dibawa Ke Rahat Sakit Dalam Kondisi Kritis,” Ujar Sumber Tersebut.
Sementara Itu, di yerusalem Timur Yang Diduduki, Pasukan Israel Menyerbu Kota Kafr Aqab di Bagian Utara Dan Menembakin Gas Air Mata. Hingga Kini Belum Ada Laporan Resmi Mengenai Korban Luka Dari Insiden Tersebut.
Ketankan Di Tepi Barat Disebut Terus Meningkat Sejak Israel Melancarkan Serangan Besar-Besar KE Jalur Gaza Pada Oktober 2023. Perluasan Permukiman Israel Dan Pelanggaran Militer di Wilayah Penduduan Disebut Seebagai Pemicgaran Pemikraran di Penduduan Pendudukan Pendudukan Pemican.
(Tagstotranslate) #bhinneKatunggalika