Harakatuna.com. Ankara – Pemerintah Turki menangkap 209 orang dalam operasi kontra-terorisme berskala besar yang diadakan di Ankara dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Senin (23/6/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan langkah keamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan berlangsung pada 7–8 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan Kantor Kejaksaan Agung Ankara, aparat telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap 241 tersangka yang diduga memiliki keterkaitan dengan berbagai organisasi ekstremis, termasuk kelompok yang menamakan diri ISIS. “Hingga saat ini, sebanyak 209 orang telah ditangkap, sementara proses pencarian terhadap tersangka lainnya masih terus berlangsung,” demikian pernyataan pihak kejaksaan.
Operasi tersebut digelar sehari setelah Pemerintah Turki mengumumkan larangan sementara terhadap berbagai aktivitas publik, seperti konferensi, konferensi pers, dan pertemuan massal. Kebijakan itu berlaku selama 13 hari, mulai 28 Juni hingga 10 Juli 2026, guna mendukung pengamanan penyelenggaraan KTT NATO.
Pemerintah Turki menyatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pertemuan para pemimpin negara anggota NATO, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghadiri forum tersebut.
Selain menutup kegiatan publik, Ankara juga menyiapkan pengamanan berlapis di berbagai titik strategi. Langkah itu meliputi pengaturan lalu lintas pada jalur utama, peningkatan pengamanan di bandara, hotel tempat utusan menginap, serta lokasi penyelenggaraan konferensi.
Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdoğan selama ini menempatkan isu keamanan nasional sebagai salah satu prioritas utama. Otoritas Turki secara rutin melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan negara.
Pada bulan lalu, aparat keamanan Turki juga menangkap 324 orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS dalam operasi serentak yang dilakukan di berbagai wilayah negara tersebut.
KTT NATO mendatang dipandang sebagai salah satu agenda penemuan terbesar yang digelar Turki pada tahun ini. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tantangan keamanan yang dihadapi militer negara tersebut, terutama terkait situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah.