Harakatuna.com. Teheran – Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka putaran baru perundingan dengan Amerika Serikat sebelum seluruh isi nota kesepahaman yang telah disepakati benar-benar diimplementasikan. Pernyataan itu disampaikan di Teheran, Rabu (1/7/2026), sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor.
Ghalibaf menegaskan, nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat fokus pada dua poin utama, yakni deklarasi gencatan senjata serta pencabutan blokade. Menurutnya, Iran akan tetap melanjutkan komunikasi melalui jalur diplomatik yang dimediasi Pakistan dan Qatar hingga seluruh ketentuan dalam perjanjian tersebut dijalankan.
“Iran tidak akan memulai negosiasi baru dengan Washington sampai ketentuan nota kesepahaman diimplementasikan,” ujar Ghalibaf.
Ia menegaskan bahwa Teheran tidak bermaksud membuka pembahasan baru sebelum komitmen yang telah disepakati dipenuhi oleh Washington. “Jika Amerika Serikat menolak untuk mengimplementasikan apa yang telah disepakati, kami juga siap berjanji. Iran tidak lagi mengadakan negosiasi baru. Pembicaraan terus sampai nota kesepahaman ditandatangani, dan kontak baru-baru ini hanya tentang implementasi lima ketentuan utamanya,” tegasnya.
Menurut Ghalibaf, komunikasi yang masih berlangsung saat ini hanya terfokus pada pelaksanaan lima poin utama dalam nota kesepahaman, bukan untuk merundingkan kesepakatan baru. Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Selain itu, Ghalibaf mengungkapkan bahwa sejak berakhirnya blokade angkatan laut, Iran telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak. Namun ia mengingatkan bahwa jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz berdasarkan perjanjian tersebut hanya berlaku selama 60 hari.
Pernyataan Ghalibaf menjadi sinyal bahwa keinginan proses diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat sangat bergantung pada pelaksanaan komitmen yang telah disepakati kedua belah pihak. Iran menyetujui implementasi perjanjian menjadi perampungan utama sebelum negosiasi lanjutan dapat dilakukan.