Harakatuna.com. Bandung Barat — Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri menjadi narasumber dalam mata pelajaran Pencegahan Terorisme dan Radikalisme bagi peserta didik Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri Angkatan ke-66 Tahun Ajaran 2026, Selasa (6/5/2026).
Kegiatan berlangsung di Gedung Soemarto, Sespim Lemdiklat Polri, Jalan Maribaya Nomor 53, Lembang, Bandung Barat, dan diikuti sebanyak 201 peserta didik Sespimmen Polri.
Dalam kegiatan tersebut, Moh. Dofir hadir sebagai narasumber utama dari Ditcegah Densus 88 AT Polri. Turut mendampingi AKP Mirza Triyuna Putra serta didampingi Kombes Pol Barliansyah.
Materi yang disampaikan fokus pada strategi pencegahan terorisme dan radikalisme sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi Densus 88 dalam pencegahan tindak pidana terorisme di Indonesia.
Dalam paparannya, Kombes Pol Moh. Dofir menegaskan bahwa pendekatan pencegahan memiliki peran penting dalam strategi penanggulangan terorisme nasional.
“Penanggulangan kebencian tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan. Pemahaman terhadap pola penyebaran paham radikal menjadi penting bagi setiap personel Polri,” ujar Moh. Dofir.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para peserta didik tampak aktif mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, hingga pembahasan sejumlah studi kasus terkait perkembangan ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia.
Selain membahas penyebaran pola paham radikal, Ditcegah Densus 88 juga menekankan pentingnya kemampuan anggota Polri dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman di lingkungan tugas masing-masing.
“Kami berharap para peserta didik mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini serta mengambil langkah preventif terhadap penyebaran potensi paham radikal di masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman dan kapasitas peserta didik Sespimmen Polri semakin meningkat dalam menghadapi dinamika ancaman terorisme dan radikalisme yang terus berkembang, khususnya di era digital dan media sosial.