Harakatuna.com. Blida – Dua ledakan bom bunuh diri mengguncang wilayah Blida, dekat ibu kota Aljazair, pada Senin, bertepatan dengan kunjungan resmi Paus Leo XIV ke negara tersebut. Peristiwa ini menandai eskalasi keamanan yang mengejutkan di tengah agenda kenegaraan penting.
Berdasarkan laporan awal media Prancis, dua pelaku menanyakan diri di sekitar kantor polisi pusat kota. Keduanya tewas di lokasi, sementara satu anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka.
Komunikasi pertama disebut menyasar direktorat keamanan di pusat Kota Blida. Tak lama berselang, ledakan kedua terjadi di dekat sebuah perusahaan industri makanan di provinsi yang sama. Hingga saat ini, pemerintah Aljazair belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Serangan terjadi bertepatan dengan kedatangan Paus Leo XIV yang melakukan kunjungan atas undangan Presiden Abdelmadjid Tebboune. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur Afrika sekaligus menjadi kunjungan kepausan pertama ke Aljazair dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan bom bunuh diri sendiri tergolong jarang terjadi di Aljazair dalam beberapa tahun terakhir, setelah meredam kekerasan yang pernah dilakukan oleh kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) serta berakhirnya konflik berdarah yang dikenal sebagai “Black Decade”, yang menyebabkan sekitar 200 ribu orang.
Insiden serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2020 di dekat perbatasan Mali dan saat itu disebut sebagai serangan pertama dalam beberapa tahun. Peristiwa terbaru ini pun memunculkan kembali kekhawatiran atas potensi ancaman terorisme di kawasan tersebut.