Harakatuna.com. Bengkulu – Bidhumas Polda Bengkulu mengadakan kegiatan sosialisasi Penanggulangan Radikalisme dan Intoleransi bagi seluruh siswa dan siswi SMP Negeri 14 Kota Bengkulu pada Jumat, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat ketahanan siswa dari pengaruh paham radikal dan tindakan intoleran yang berpotensi muncul di lingkungan sekolah.
Menurut Polda Bengkulu, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan tetap aman, harmonis, dan bebas dari kekerasan ideologi.
Narasumber sosialisasi, Ipda Iwan Seventino, selaku Ps Paur Pensat Subdit Penmas Polda Bengkulu, memaparkan sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran radikalisme di sekolah. Ia menekankan pentingnya karakter pendidikan serta pembentukan moralitas yang kuat pada generasi muda.
“Pencegahan radikalisme dapat dilakukan melalui pendidikan karakter bangsa, penegakan sistem moralitas, penguatan sistem pembelajaran, serta penumbuhan sikap toleransi,” jelas Ipda Iwan di hadapan para pelajar.
Ia juga mengajak para siswa dan tenaga pendidik untuk berperan aktif menjaga sekolah agar tetap menjadi ruang yang inklusif. “Mari bersama-sama kita jadikan sekolah sebagai lingkungan yang toleran dan cinta tanah air,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, Kepala SMP Negeri 14 Kota Bengkulu, Annisyah, S.Pd, menanyakan langkah-langkah yang harus dilakukan jika ditemukan siswa yang terindikasi terpapar paham radikal.
Menyanggapi hal tersebut, Ipda Iwan menegaskan bahwa sekolah tidak boleh menangani kasus seperti itu sendirian. “Jika ada siswa yang diduga terpapar radikalisme atau terorisme, pihak sekolah dapat segera menghubungi Tim Pencegahan Densus 88 atau berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor polisi terdekat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh warga sekolah serta memperkuat kerja sama antara kepolisian dan institusi pendidikan dalam menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa.