Harakatuna.com. Al-Quds – Sekitar 140 ribu umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha di halaman dan ruang utama Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati kawasan suci tersebut di tengah penjagaan ketat aparat Israel.
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyebut jumlah jamaah pada pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 140 ribu orang. “Jumlah jamaah di Masjid Al-Aqsa untuk Shalat Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 140.000,” demikian keterangan Departemen Wakaf Islam di Yerusalem.
Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa polisi Israel memperketat pengamanan di sekitar Kota Tua Yerusalem Timur, termasuk di gang-gang kawasan tersebut dan pintu-pintu menuju masuk kompleks Masjid Al-Aqsa.
Idul Adha merupakan hari raya besar umat Islam yang memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk berkurban. Pada momentum tersebut, umat Islam melakukan penyembelihan kurban hewan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
Pelaksanaan Idul Adha tahun ini berlangsung di tengah situasi yang masih sulit bagi warga Palestina, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ribuan warga Palestina masih menghadapi dampak perang, blokade, serta eskalasi militer yang terus berlangsung sejak konflik pecah pada Oktober 2023.
Selain di Gaza, situasi keamanan di Tepi Barat juga dilaporkan semakin memburuk akibat meningkatnya serangan tentara Israel dan kelompok pemukim terhadap warga Palestina, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan Badui yang berada di sekitar organisasi Israel.
Berdasarkan data kantor media pemerintah Palestina yang dirilis pada Senin (25/5/2026), sekitar 1.200 warga Palestina dilaporkan tewas di Tepi Barat sejak perang di Gaza dimulai. Selain itu, lebih dari 12.600 orang mengalami luka-luka dan sekitar 33 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi akibat meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut.