Harakatuna.com. Depok – Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri memperkuat kerja sama internasional dalam upaya menghadapi ancaman terorisme modern melalui pertemuan strategi dengan delegasi NCT APAC. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruppatama Mako Korbrimob, Kelapadua, Depok, Jumat (27/3/2026).
Komandan Korps Brimob Polri Ramdani Hidayat menerima kunjungan langsung kehormatan Direktur NCT APAC dalam agenda yang bertujuan meningkatkan kolaborasi global dalam pencegahan terorisme yang semakin kompleks dan bersifat lintas negara.
Dalam pertemuan tersebut, Dankorbrimob didampingi Wakil Dankorbrimob Reza Arief Dewanto, Komandan Pasukan Gegana Mulyadi, serta Teknisi Jibom Utama Yopie Indra Sepang bersama sejumlah pejabat utama Korbrimob Polri.
Sementara itu, delegasi internasional yang hadir dipimpin Direktur NCT APAC Ilja M. Bonsen. Turut hadir pula perwakilan kawasan Asia Tenggara, yakni Mohd Amin Bin Mohd Nordin dan Kamaruzaman Bin Ahmad, yang menunjukkan kuatnya sinergi lintas negara dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu dibahas secara mendalam, mulai dari peningkatan kapasitas personel, pertukaran teknologi dan pengetahuan, hingga penguatan kerja sama operasional dalam penanganan bahan peledak dan kontra terorisme.
Ramdani menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan faktor penting dalam pencegahan ancaman terorisme modern yang semakin kompleks. Ia menilai sinergi global diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta efektivitas penanganan berbagai potensi ancaman keamanan. “Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam penanggulangan terorisme yang bersifat transnasional,” ujarnya.
Sebagai informasi, NCT APAC merupakan forum internasional yang fokus pada kesiapsiagaan menghadapi ancaman CBRNE, yakni kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak. Forum ini juga berpartisipasi dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan terorisme melalui kerja sama antarnegara.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang diplomasi keamanan, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam membangun sistem keamanan yang adaptif terhadap dinamika ancaman global, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Jika Anda ingin, saya juga bisa membuat judul berita yang lebih menarik atau versi yang lebih panjang seperti berita media nasional.