Harakatuna.com. Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar memaparkan capaian indeks kerukunan umat beragama yang terus menunjukkan tren peningkatan. Ia sekaligus mengajak Dharma Wanita Persatuan (DWP) untuk berperan aktif menjaga suasana kondusif selama bulan suci Ramadhan.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Ngabuburit Bareng DWP” yang digelar secara daring dari Jakarta, Rabu (25/2/2026). “Kerukunan sekarang ini berada pada angka puncak sepanjang Indonesia merdeka. Tidak pernah sebelumnya mencapai angka kerukunan di dalam masyarakat seperti sekarang ini. Hampir tidak ada konflik dan kerukunan beragam terutama mencapai angka paling tinggi,” ujar Nasaruddin Umar.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan prestasi bersama yang patut disyukuri, terutama di tengah situasi global yang mencatat berbagai konflik, ketegangan geopolitik, dan tekanan ekonomi di sejumlah negara. “Alhamdulillah, di negara kita Indonesia dalam kondisi seperti ini masih bisa memberikan makanan bergizi gratis, masih bisa memberikan pengecekan kesehatan gratis, masih ada sekolah rakyat gratis, dan masih ada pembangunan perumahan bagi para nelayan,” ucapnya.
Menag menilai suasana aman, damai, dan rukun menjadi modal sosial yang sangat penting bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk. Stabilitas nasional, lanjutnya, harus dijaga agar masyarakat dapat beribadah tanpa rasa khawatir.
“Kalau kita tidak bersyukur, jangan sampai kita seperti yang dikatakan Al-Qur’an: jika kalian bersyukur atas nikmat-Ku pasti akan tambah Aku, dan jika kalian mengingkari, maka azab-Ku sangat pedih. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia dan sebagai umat beragama, kita perlu terus menjaga dan mensyukuri keadaan ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk anggota Dharma Wanita Persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, keharmonisan sosial harus dijaga secara kolektif melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Kerukunan ini harus kita pelihara bersama. Jangan sampai suasana yang sudah baik ini justru dirusak oleh hal-hal yang tidak perlu,” tutupnya.