Harakatuna.com. Jakarta — Guru Besar Politik Islam Prof. Hilman Latif, Ph.D., mendorong para dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif dalam program deradikalisasi terhadap mengulangi kasus terorisme (napiter). Hal itu disampaikannya saat peluncuran buku Bergerak untuk Mencerahkan karya Ketua LDK PP Muhammadiyah KH Muchamad Arifin, M.Ag., yang berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Hilman, dakwah Muhammadiyah perlu menjangkau kelompok-kelompok yang berada di wilayah marjinal, termasuk para pemahaman yang sedang menjalani pelatihan di lembaga pemasyarakatan. “LDK harus memiliki peran dalam deradikalisasi. Saya berharap LDK bisa masuk ke kelompok-kelompok marjinal, karena tantangannya ada yang belum mengenal Islam secara utuh, ada pula yang memahami Islam secara terlalu radikal,” ujarnya.
Hilman juga merasakan fenomena yang terjadi di Amerika Serikat, di mana peningkatan jumlah pemeluk Islam justru banyak berasal dari kalangan kompensasi di lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penjara juga dapat menjadi ruang penting bagi proses pembinaan keagamaan yang konstruktif.
Ia menambahkan, upaya pendampingan terhadap mantan terorisme telah dilakukan oleh Muhammadiyah di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan yang diselenggarakan LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur pada awal Juni 2026 dengan mengumpulkan sekitar 20 mantan napiter di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya. Kegiatan tersebut diisi pelatihan sekaligus penyaluran bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah tersebut juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi berbagai daerah terpencil di Indonesia dan bertemu dengan para dai Muhammadiyah yang mengabdikan diri di pelosok negeri. “Beberapa tahun yang lalu saya cukup intens mengunjungi daerah-daerah, terutama Pulau Nias. Saya bertemu dengan para dai yang tinggal di lingkungan SD Muhammadiyah dan berbagai amal usaha Muhammadiyah, termasuk panti asuhan. Pada era 1970-an hingga 1980-an, Muhammadiyah memiliki infrastruktur amal usaha yang kuat di berbagai daerah,” tuturnya.
Hilman juga mengapresiasi penerbitan buku Bergerak untuk Mencerahkan yang mendokumentasikan kiprah para dai Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah di berbagai wilayah Indonesia. “Kami dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan apresiasi yang tinggi. Dokumentasi seperti ini masih tergolong langka dan layak mendapat perhatian lebih luas,” katanya.
Pada acara tersebut, LDK PP Muhammadiyah juga menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta yang berasal dari BSI Maslahat serta memberikan beasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kepada para dai. Peluncuran buku itu juga turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syamsul Anwar, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Saad Ibrahim, serta Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Dr. Biyanto.