Harakatuna.com. London, MINA – Lembaga pemantau hak asasi manusia internasional menilai Israel masih terus melakukan tindakan yang memenuhi unsur genosida terhadap warga Palestina, meski telah berlangsung satu bulan sejak diumumkannya gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin (10/11), lembaga tersebut menyebut lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza hidup dalam kondisi yang semakin memburuk akibat serangan militer dan blokade berkepanjangan. Mereka juga menyoroti lemahnya respons komunitas internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Tentara pendudukan Israel terus memecah kesepakatan gencatan senjata setiap hari melalui serangan udara, artileri, dan penembakan.Rumah-rumah dan bangunan warga kembali hancur, terutama di wilayah timur Khan Yunis dan Kota Gaza, demikian pernyataan lembaga pemantau tersebut yang dikutip MINA, Senin (10/11).
Laporan itu mencatat bahwa rata-rata delapan warga sipil terbunuh setiap hari sejak gencatan senjata diperkenalkan. Menurut lembaga HAM, pola serangan yang dilakukan menunjukkan adanya “pendekatan sistematis untuk menghancurkan kehidupan warga Palestina dan merampas hak-hak dasar mereka.”
“Tindakan ini jelas melanggar norma hukum internasional dan prinsip dasar kemanusiaan. Apa yang dilakukan Israel bukan hanya kejahatan perang, tapi telah mencapai tingkat genosida,” lanjut pernyataan tersebut.
Lembaga itu menegaskan bahwa gencatan senjata yang diumumkan pada awal Oktober lalu tidak efektif menghentikan kekerasan, karena Israel disebut tetap menjalankan operasi militer secara terbuka dan menutup akses bantuan kemanusiaan.
“Situasi di Gaza tidak bisa lagi disebut damai. Warga sipil hidup dalam ketakutan, kelaparan, dan kehilangan tempat tinggal,” tegasnya.
Mereka mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara donor internasional agar segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan di Gaza serta mengirimkan tim penyelidik independen untuk memastikan akuntabilitas atas pelanggaran yang terjadi.
“Komunitas internasional harus menghentikan bungkam. Setiap hari penundaan berarti bertambahnya korban jiwa di Gaza,” tutup lembaga tersebut dalam pernyataannya.