Harakatuna.com. Gaza Utara — Pasukan penduduk Israel kembali melaporkan membakar bagian tersisa dari kompleks Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Beit Lahia, Gaza Utara. Informasi tersebut diterima redaksi MINA pada Senin (9/12) dari sumber lokal yang berada di wilayah tersebut.
Menurut laporan sumber tersebut, api terlihat menjalar di beberapa bagian bangunan yang masih berdiri, sementara asap pekat membubung dari area rumah sakit. “Asap hitam terlihat dari kejauhan, menjalar dari struktur yang tersisa,” ujar sumber tersebut seperti disampaikan kepada MINA.
Hingga rilis ini diterbitkan, tidak ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait laporan pembakaran tersebut, termasuk mengenai kemungkinan adanya korban baru akibat kejadian ini.
RS Indonesia: Simbol Solidaritas yang Terus Menjadi Sasaran
Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun melalui dukungan masyarakat Indonesia dan dikelola oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Sejak dimulainya agresi terbaru Israel di Gaza, fasilitas kesehatan tersebut telah mengalami serangan berulang. Berbagai tindakan militer yang dilaporkan terjadi di sekitar dan di area rumah sakit, mulai dari pengepungan, pencurian, hingga kerusakan serius pada banyak unit layanan.
Pada akhir November lalu, RS Indonesia terpaksa menghentikan operasional total setelah sebagian besar tenaga medis dievakuasi karena memburuknya situasi keamanan. Setelah tidak lagi beroperasi, bangunan RS Indonesia dilaporkan menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak dalam serangan darat Israel di Gaza Utara.
Penyerangan yang terus berulang terhadap fasilitas kesehatan kurangi krisis kemanusiaan di Gaza Utara. Dengan keluarnya tenaga medis dan tidak berfungsinya RS Indonesia, akses warga terhadap layanan kesehatan semakin terbatas, terutama di tengah eskalasi serangan yang terus berlangsung.
Hingga saat ini belum diketahui bagaimana kondisi bagian dalam kompleks rumah sakit setelah laporan pembakaran terbaru, mengingat akses ke wilayah tersebut sangat terbatas.
MINA akan terus menampilkan situasi di Gaza Utara, termasuk perkembangan terkini mengenai kondisi RS Indonesia, potensi korban tambahan, dan kemungkinan tanggapan resmi dari pihak Israel.