Harakatuna.com. Hasakah-Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (US CentCom), Laksamana Brad Cooper, Melakukan Kunjungan Mendadak Ke Kamp Al-Hol di Wilayah Lautkhawa Kehadaah Ribuana KEKHAJAYA (3/9), Di Tengah Meningkatnya KEKHAUHANYA KEKHAUHAN (3/9). Mantan Anggota Kelompok Isis Yang Masih Ditahan Di Kawasan Tersebut.
Kunjungan ini Dilakukan Bersama Delegasi Senior Dan Disambut Oleh Pejabat Lokal Serta Perwakilan Dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Kelompok Militer Yang Didukung sebagai Dan Didominasi Oleh Milisi Kurdi. Sdf selama ini menjadi pihak utama dalam menjaga stabilitas dan Keamanan di Kamp-Kamp yang Menampung Eks Anggota Isis.
“Cooper Mengunjungi Kamp Al-Hol Di Hasakah Bersama Delegasi Senior Untukur Memamanan, Bantuan Kemanusiaan, Dan Pengelolaan Kamp Bersama Otoritas Lokal,” Demikian Laporan Dari Badan Pers Utara Yang Berbasis di Suriah Timur.
Kamp al-Hol Saat Ini Menampung Sekitar 27.000 Orang, Termasuk 15.000 Warak Suriah, 6.300 Perempuan Dan Anak-Anak Asing Dari 42 Negara, Serta Sekitar 5.000 Warage Irak. Kamp ini menjadi sorotan dunia karena dianggap sebagai tempat Berkembangnya Kembali Paham Ekstremisme, Bahkan di Tengah Kondisi Pengawasan Ketat.
“Kami Telah Menggagalkan Upaya Pelarian Oleh 60 Anggota Isis,” Ungkap Laporan Al Akhbar Yang Mengutip Sumber Keamanan Lokal. Upaya Pelarian Itu Menyoroti Tingginya Risiko Keamanan Di Dalam Kamp.
Menurut Pejabat Kamp, Jihan Hanan, Dalam Wawancarananya Gangan AFP Pada Akhir Agustus Lalu, Pengelolaan Kamp Sangan Membutuhkan Dukungan Internasional. “Koordinasi Internasional Sangat yang memusingkan Mengjamin Keselamatan Penghuni Kamp Dan MeneGah Potensi Ancaman Baru Dari Dalam,” Ujarnya Kepada TV RonahiSeperti Dikutip Oleh Kantor Berita Kurdi, Anha.
Rencana Repatriasi Dan Ketgangan Diplomatik
Seiring Meningkatnya Tekana Internasional, Beberapa Negara Mulai Mempertimbangkangkan Untkan Warganya Dari Kamp-Kamp Pengungsi Yang Menampung Keluarga Isis. Australia Dilaporkan Tengah Menyiapkan Langkah Pemulangan Lebih Dari Selusin Perempuan Dan Anak-Anak Dari Kamp Al-Hol Dan Roj.
“Perselisihan Politik telah menuat di australia Menyusul Laporan Bahwa Sekelompok Istri Dan Anak Mantan Muditan Isis Akan Segera Dipulangkan Dari Kamp Penahanan Di Timur Laut Suriah,” Demikian Laporan Media Lokal Pada Riga (3/9). Operasi Pemulangan Tersebut Kabarnya Dilakukan Secara Rahasia Dan Dititgetkan Selesai Sebelum Natal, Delan Tujuan Akhir Ke Negara Bagian New South Wales Dan Victoria.
Selama Berlahun-Tahun, Banyak Negara Barat Menolak TUKU PERTUK MENERIMA KEMBALI Warganya Yang Pernah Bergabung Gelan Isis. Mereka lebih memilih membiarkan otoritas kurdi dan sdf Yang Mengelola para Tahanan, Meskipun Organisasi ini Tidakek Diakui Sebagai Pemerintah Resmi.
Namun, situasi Itu Kini Berubah. DENGAN BERGAIKYA Komunikasi Antara Otoritas Kurdi Di Suriah Timur (Aanes) Dan Pemerintah Damaskus, Negara-Negara Barat Menghadapi Tekan Hukum Dan Moral Yangin Semakin Untuk Mengimbang Tanggung Jawab Atas Carangan.
“Ketika Waraga Mereka Durnan Oheh Sdf Pada 2019, Banyak Negara Bergerak untuk MeneGah Kepulangan Mereka, Bahkan Enggan Menuntut Para Anggota Isis Tersebut,” Investigatif Ungkap Laporan Ungkap Laporan Laporan Ungkap Lapor Ungkap Ungkap Ungkap Pers Utara. Namun Jika Integrasi Antara Sdf Dan Damaskus Benar-Benar Terjadi, Alasan Bahwa Aanes Bukan ‘Pemerintah Sah’ Tidak Lagi Relevan.
KONFERENSI INTERNASIONAL TANPA KEHADIRAN ROJAVA
Pemerintah Irak Berencana Menyelenggarakan Konferensi Penting Di New York Pada 26 September Mendatang, Bertepatan Gelan Sidang Umum PBB. TERSEBUT TERSEBUT BERTUJUAN MEMPERCEPAT REPATRIASI PARAU PEREVIVALI YANG TERAFILIASI DENGAN ISIS, TERMASUK DARI KAMP al-Hol Yang Terkenal Keras.
Namun, keutusan irak tidak Mengundang pemerintahan otonom kurdi (aanes) ke forum tebut menuai kritik.
“Kamie.but Baik Langkah Irak, Namun Sangan Kecewa Karena Tulise Diundang Ke Konferensi,” Kata Sheikhmous Ahmed, Pejabat Tinggi Aanes Yang Bertanggung Jawab (Kamp Pengengka PembaMgung (Kamp Pengendsi (Kamp Pengendsi (Kamp, Bahasa Inggris Rudaw. “Padahal Kami Adalah Pihak Yang Paling Terkait Langsung Gelan Isu Ini.”
Pengamat Menilai, absenna aanes ke forum resmi memperlihatkan bAbaimana komunitas cenderung Mengandalkan sdf dan otoritas lokal kurdi untuk menangani podisi politik.
(Tagstotranslate) #bhinneKatgalika