Harakatuna.com. Quetta-Cabang Kelompok Ekstremis Negara Islam, Isis-Khorasan (Isis-K), Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom Bunuh Diri Yang Mengguncang Sebuah Demonstrasi Politik. Serangan Brutal Tersebut Menewaskan Sedikitinya 17 Orang Dan Melukai Banyak Lainnya.
Aksi teror itu terjadi saat partai nasional Balochistan-Mengal (BNP-M) Menggelar Aksi Politik di Stadion Shahwani. Pelaku bom bunuh diri meledakan diri di tengah kerumunan Simpatisan partai, menyebabkan kepanikan Dan Kehancuran di Lokasi.
Kelompok Isis-k Mengumumkan Klaim Tersebut Melalui Kanal Propaganda Resminya, Mengonfirmasi Bahwa Mereka Berada Di Balik Serangan Yang Menargetkan Kegiatan Politik Partai Nasionalis Baloch Tersebut.
Sehari Setelah Kejadian, Kepolisian Balochistan Mendaftarkan Kasus Tersebut di Kantor Polisi Departemen Antiterorisme (CTD), Daman Tuduhan Mencakup Pembunuhan, Percobaan Pembunuhan, Terorisme, Serta Percobaan Pembunuhan. Pihak Berwenang Menyatakan Bahwa Investigasi Sedang Berlangsung Dan Keamanan Diperketat Di Quetta Serta Sejumlah Distrik Sensitif Lainnya.
“Ini Adalah Serangan Pengecut Terhadap Demokrasi Dan Hak Rakyat Untukur Bersuara,” Ujar Seorang Pejabat Kepolisian Yang Enggan Disebut Namanya, Seraya Menambahkan Bahwa Upaya Denkaya Dilakan Beltuk Belasan Pelanga Pelanga Pelanga Pelang Dilakana Beltukazikasi Pelang.
Serangan Kedua Terhadap Ketua BNP-M
Serangan ini Merupakan upaya Pembunuhan Kedua Terhadar Sardar Akhtar Mengal, Ketua Bnp-M. Beberapa Bulan Sebelumnya, ia target target serangan saat memimpin aksi damai di distrik mastung utuk menuntut Pembebebasan Tahanan Politik Baloch.
Menanggapi Insiden Terbaru, Mengal Menegaskan Bahwa Partainya Tidak Akan Mundur Dari Perjangan Politik. “Kami Tidak Akan Tunduk Pada Serangan Pengecut Seperti Itu. Ini Tidak Akan Menghentikan Perjuangan Kami Demi Hak-Hak Politik Dan Demokrasi Rakyat,” Tegas Menal Dalam Pidatonya di Hayapan Kader Partai, Tegas Menal (3).
Kepala Menteri Balochistan, Mir Sarfraz Bugti, Menyampaikan Kecaman Keras atas Insiden Tersebut, Menyebutnya Sebagai “Upaya Pengecut Untkuncang Stabilitas Provinsi.”
“Para Pelaku Akan Dibawa ke Pengadilan. Tidak Akan Ada Toleransi Terhadap Terorisme. Kami Berdiri Bersama Keluarga Korban Dan Turating Bugan Kera Papan Kekaa Kekaa Kekaa Kekaa Kekaik,” Ujarkan, ”Ujarkan,” Ujarkan, ”Ujarkan,” Ujarkan, ”Ujarkan,” UJARAKAN BUMANAT TINGAN KAPAN KAPAN KAPAN KAPAN KAPAN KAPAN KAPAN KAPAN, ” Keamanan Pasca-Serangan.
IA JUGA Menginstrukan Agar Korban Luka Mendapatkan Perawatan Terbaik, Bahkan Menyiapkan Ambulans Udara UNTUK MERUJUK PASIEN KRITIS KARACHI BILA Diperlukan.
Peringatan untuk Tingkatkan Keamanan
Dalam Pernyatayaa, Sekretaris Utama Tambahan Hamza Shafqat Mengumumkan Bahwa Pemerintah Provinsi Akan Anggota Kompensasi Sebesar Rs1,5 Juta Untukur Keluarga Korban Tewas Dan Rs200, UNUKUK KORKAN LEUKA.
Shafqat RuGA Mengungkap Bahwa Pihak Keamanan Sebelumnya Telah Memperingatkan Bnp-M Terkait Potensi Ancaman Dan Menyarankan Agar Acara Publik Ditunda. “Kami, telah beberapa kali, menguatkan tentang meningkatnya, ancaman keamanan di quetta dan Wilayah Balochistan Lainnya. Sayangnya, Anjuran Tidak diindahkan,” Jelasnya.
Sebagai Bentuk Solidaritas Dan Penghormatan Kepada Para Korban, partai-partai Politik Termasuk Bnp-M, Partai Nasional, Dan Pkmap Telah Mengumumkan Masa Berkabung Selama Tiga Hari.
Selama Masa Ini, Bendera Partai Dikibarkan Setengah Tiang, Dan Seluruh Kegiatan Politik Ditanggurkan Sebagai Tanda Duka Atas Gugurnya 17 Kader Dalam Serangan Tersebut.
(tagstotranslate) #bhinneKatuggalika