Harakatuna.com. Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar Sosialisasi Kebangsaan (SOSBANG) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini berlangsung di Aula BP3MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur, pada tanggal 21–23 Januari 2026.
Sebanyak 261 calon PMI yang akan diangkat ke berbagai negara mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon PMI terkait bahaya penyebaran Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), terutama yang berpotensi berkembang di lingkungan kerja luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Densus 88 AT Polri memberikan materi sosialisasi sekaligus “vaksin” pemahaman kebangsaan guna membentengi para calon PMI dari pengaruh ideologi radikal. “Penting bagi calon PMI memiliki pemahaman yang kuat agar mampu menghadapi dan menangkal potensi penyebaran ideologi radikal,” ujar AKP Mirza Triyuna, S.Kom., MH, MTI, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya paham IRET, peserta juga dibekali strategi praktis untuk menolak ajakan kelompok radikal serta cara mengenali pola-pola penipuan yang kerap menyasar pekerja migran. “Calon PMI perlu dibekali kemampuan untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” tambah Mirza.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan KP2MI juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan empat konteks dasar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Para calon PMI diharapkan tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga berperan aktif di lingkungan sekitar. “Calon PMI kami harapkan dapat menjadi Duta Pencegahan di lingkungan masing-masing, baik di luar negeri maupun saat kembali ke tanah air,” tutup Mirza.