Harkatuna.com. Surabaya – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia Bekerja Sama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur Menggelar Bertajuk “Menuju Terang: Memahami Terorisme Lewat Empati Digital” Pada Rabu (17/9). Kegiatan Yang Diselenggarakan Secara Daring MelalUi Platform Zoom InioroTi Pentingnya Membangun Empati Digital Di Kalangan Generasi Muda Sebagai Upaya Mencegah Terhadap Intoleransi, Radikalisme, Hinggga Terorisme.
Dalam Pembucaan Kegiatan, Kepala Bidang Pemuda fkpt Jawa Timur, Arie Mahendra Adhiarta, S.Kom., Mengajak Generasi Muda Unkultif Menyebitan Nilai-Nilai Positif Diunia Maya. Menurutnya, Kemjuan Teknologi Haruus Dimanfaatkan Sebagai Alat Edukasi, Bukan Justru Menjadi Celah Panyebaran Paham Kekerasan.
“Generasi sekarang luar biasa. Dari satu sentuhan, mereka bisa mengetahui isi dunia. Karena itu, kita harus menanamkan toleransi, menyebarkan pesan positif, melawan diskriminasi melalui ruang diskusi, dan menjadikan teknologi sebagai sarana edukasi,” Ungkap Arie.
Senada Delan Arie, Kolonel (SUS) HARIANTO, S.Pd., M.Pd., Selaku Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Bnpt RI, Menankan Pentingnya Empati Digital Sebagai Bentuk Konkret Dari Kepedulian Sosial. IA Menjelaskan Bahwa Empati Harus Diwujudkan Melalui Aksi Nyata, Termasuk di Ruang Digital. “Empati Digital Bukan Sekadar Rasa Iba. Ini Tentang Bagaimana Kita Mengisi Digital Digan Santun, Menghadirkan Kedama, Dan Menencegah Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Serta Terorisme,”.
Ia Rona Menyoroti Bahwa Perhatian Terhadap Korban Atau Penyintas Aksi Terorisme Sering Kali Terabaan Dalam Diskusi Publik. “Kita Tenjak Boleh Hanya Fokus Pada Pelaku. Korban Manusia, Bagian Dari Kita Yang Harus Dilindungi. Terorisme Itu Nyata, Dan Sering Kali Penintas Luput Dari Perhatan,” Tambahnya.
Sementara Itu, Akademisi Sekaligus Pemerhati Isu Sosial, Prof. Dr. HJ. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., Mengingatkan Pentingnya Peran Aktif Generasi Muda Dalam Memhirid Ruang Digital Dengan Narasi-Narasi Damai. “Jari-Jari Kita Ini Menentukan ISI Dari Ruang Digital. Oleh Karena Itu, Empati Digital Harus Hadir Dalam Bentuk Kognitif, Afektif, Dan Pemanfaatan Teknologi,” Jelasnya.
IA JUGA MENIKANAN PENTINGYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA MEMPERKUAT IDENTITA KEBANGSAAN Dan MEMPERKUAT NILAI PERDAMIIAN. “Kami, Menggandeng Bakesbangpol Dalam Melestarikan Tari, Musik, Dan Budaya Lokal Sebagai Alat Untkuat Cinta Tanah Air Dan Menumbuhkan Semangat Perdamaian,” Ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Derida Achmad Bilhaq, Ketua Umum Komisariat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN), turut mengangkat tantangan besar yang dihadapi generasi Z dalam menghadapi arus informasi digital yang deras dan tidak terfilter. IA Mengingatkan Bahwa Empati Digital Harus Dibarengi Daya Daya Kritis Yang Tinggi. “Bahaya Jika Empati Digital Tumbuh Tanpa Nalar Kritis. Generasi Muda Hapius bisa Menghadirkan Konten Yang Positif, Kreatif, Dan Sesuai Gangan Semangat Kepemudaan Agar Ruang Tengkuasai Kelomp-Kelomp-Kelomp-Kaang.
Webinar ini menjadi Bagian Dari Kampanye nasional bnpt dalam Mengedukasi publik, terutama anak muda, tentang bahaya laten radikalisme dan pentingnya partisipasi aktif dalam pembangun ekosistem digital yah sehat damai.
(Tagstotranslate) #bhinneKatunggalika