Harakatuna.com. Palembang — Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Selatan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan penerobosan wawasan kebangsaan sebagai upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sentra Budi Perkasa Kementerian Sosial RI, Kota Palembang, Selasa (2/6/2026), dan diikuti sekitar 230 peserta yang terdiri atas siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang, guru, tenaga kependidikan, serta pegawai sentra.
Dalam kegiatan itu, narasumber dari Densus 88 AT Polri, Muhammad Alfarezi, menyampaikan materi mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset strategi bangsa yang perlu dibekali dengan pemahaman kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengarah pada intoleransi maupun radikalisme.
“Generasi muda merupakan aset penting bangsa yang harus dijaga dari berbagai ancaman yang dapat memecah persatuan dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Muhammad Alfarezi.
Selain penguatan nilai kebangsaan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Materi yang disampaikan juga membahas cara mengenali propaganda radikal di ruang digital serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kehidupan sosial dan masa depan generasi muda.
Muhammad Alfarezi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini menuntut masyarakat, khususnya pelajar, untuk memiliki kemampuan literasi digital dan sikap kritis dalam menerima informasi berbagai informasi. Menurutnya, keluarga dan lingkungan memiliki peran besar dalam membangun ketahanan ideologi bangsa agar generasi muda mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat provokatif maupun memecah belah.
“Literasi, kemampuan berpikir kritis, serta semangat kebangsaan menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, Densus 88 berharap lahir generasi yang cerdas, toleran, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjadi agen perdamaian demi menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.