Harakatuna.com. Islamabad – Seorang pelaku bom bunuh diri memuat kendaraannya memuat bahan peledak di dekat sebuah institusi keamanan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, Kamis (14/5/2026). Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan orang, termasuk seorang warga sipil dan delapan personel keamanan.
Polisi setempat pada Jumat (15/5/2026) mengkonfirmasi bahwa ledakan terjadi saat kendaraan pelaku mencoba memasuki kamp pasukan pramuka di Distrik Bajaur, wilayah yang berada di dekat perbatasan Afghanistan.
Selain korban tewas, sedikitnya 35 personel keamanan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan dahsyat tersebut. Melansir Yeni Safak, ledakan juga menyebabkan kerusakan serius pada gerbang utama dan dinding di sekitar kompleks keamanan.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, wilayah barat laut Pakistan dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami peningkatan aksi militan yang kerap menyasar aparat keamanan maupun warga sipil.
Pemerintah Pakistan sebelumnya berulang kali menuding kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang beroperasi dari wilayah perlindungan di Afghanistan. Tuduhan tersebut sejauh ini dibantah oleh pemerintah Taliban di Kabul. Kondisi keamanan di kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan masih menjadi perhatian serius otoritas setempat karena tingginya aktivitas kelompok bersenjata dan ancaman memenuhi batas batas.
Sementara itu, Türkiye kembali menegaskan sikapnya yang mengecam seluruh bentuk terorisme dan menyampaikan solidaritas kepada Pakistan dalam menghadapi ancaman ekstremisme dan kekerasan bersenjata.